24 C
id

Jejak Sejarah Kerajaan Majapahit: Pemerintahan, Kebudayaan, dan Pengaruhnya dalam Sejarah Indonesia

Kerajaan Majapahit
Ilustrasi Kerajaan Majapahit. (Foto: tangkapan layar)


AchehNetwork.com - Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan yang paling besar dan terkenal di Nusantara pada masa lampau. 

Kerajaan ini memiliki pengaruh yang besar dalam sejarah dan kebudayaan Indonesia. Sejarah Kerajaan Majapahit dipelajari oleh banyak orang sebagai bagian dari sejarah Indonesia.

Sejarah Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 Masehi di tepi sungai Brantas, Jawa Timur. 

Raden Wijaya adalah cucu dari Raja Kertanegara dari Kerajaan Singhasari yang telah dikalahkan oleh pasukan Mongol. 

Raden Wijaya berhasil mengalahkan Jayakatwang, penguasa Kediri, dan berhasil menguasai wilayah Kediri. 

Raden Wijaya kemudian memproklamirkan dirinya sebagai raja dan mendirikan Kerajaan Majapahit.

Selama masa pemerintahan Raden Wijaya, Kerajaan Majapahit mengalami pertumbuhan yang pesat. 

Raden Wijaya membangun ibu kota kerajaan di Trowulan, Jawa Timur. 

Ibu kota ini menjadi pusat kebudayaan dan pusat perdagangan di Nusantara. Selama pemerintahan Raden Wijaya, kerajaan Majapahit juga menjalin hubungan baik dengan negara-negara tetangganya, seperti Siam dan China.

Setelah Raden Wijaya meninggal pada tahun 1309, putranya, Jayanagara, naik tahta dan menjadi raja Majapahit. 

Namun, pemerintahan Jayanagara tidak berlangsung lama karena ia dibunuh oleh pasukan Tiongkok saat sedang berburu di hutan. 

Pada tahun 1328, Tribhuwana Wijayatunggadewi, putri Raden Wijaya, naik tahta sebagai raja Majapahit. Tribhuwana adalah raja perempuan pertama di Nusantara.

Selama masa pemerintahan Tribhuwana, Kerajaan Majapahit semakin berkembang. Ia membangun hubungan yang baik dengan negara-negara tetangganya, seperti Champa dan Vietnam. 

Ia juga memperluas wilayah kekuasaannya dengan menaklukkan Kerajaan Bali pada tahun 1343.

Pada tahun 1350, Majapahit di bawah pimpinan Hayam Wuruk dan patihnya, Gajah Mada, memperluas kekuasaannya ke seluruh Nusantara. 

Selama masa pemerintahan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit menjadi salah satu kekuatan terbesar di dunia.

 Ia juga membangun hubungan yang baik dengan negara-negara Asia, seperti India dan China. 

Hayam Wuruk dan Gajah Mada juga dikenal sebagai tokoh-tokoh penting dalam sejarah Majapahit.

Setelah Hayam Wuruk meninggal pada tahun 1389, Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran. 

Beberapa raja setelah Hayam Wuruk tidak mampu mempertahankan kekuasaan mereka dan kerajaan menjadi lemah. 

Pada tahun 1400, kerajaan itu dipecah menjadi beberapa negara kecil.

Namun, Kerajaan Majapahit masih meninggalkan pengaruh yang besar dalam sejarah dan kebudayaan Indonesia. 

Seni dan arsitektur Majapahit yang indah dan megah dapat ditemukan di situs-situs arkeologi di Trowulan, Jawa Timur. 

Selain itu, Bahasa Jawa yang berkembang pada masa itu masih digunakan hingga sekarang dan mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia.


Nama-nama Raja Majapahit

Berikut adalah daftar beberapa raja yang pernah memimpin Kerajaan Majapahit selama berabad-abad:


  • Raden Wijaya (1293-1309)
  • Jayanagara (1309-1328)
  • Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328-1350)
  • Hayam Wuruk (1350-1389)
  • Wikramawardhana (1389-1429)
  • Suhita (1429-1447)
  • Kertawijaya (1447-1451)
  • Rajasawardhana (1451-1453)
  • Bhre Pamotan (1453-1466)
  • Girindrawardhana (1466-1468)
  • Singhawikramawardhana (1468-1477)
  • Kertabhumi (1477-1478)
  • Girindrawardhana (1478-1498)


Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan yang paling besar dan terkenal di Nusantara pada masa lampau. 

Selama masa pemerintahannya, Kerajaan Majapahit mengalami pertumbuhan yang pesat dan membangun hubungan yang baik dengan negara-negara tetangganya. 

Meskipun mengalami kemunduran setelah masa pemerintahan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit masih meninggalkan pengaruh yang besar dalam sejarah dan kebudayaan Indonesia. 

Sebagai salah satu situs warisan dunia, Kerajaan Majapahit menjadi salah satu aset budaya Indonesia yang tak ternilai harganya.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya