24 C
id

Keterbatasan Anggaran Menjadi Tantangan Dalam Pemeliharaan Jalan di Banda Aceh

Keterbatasan Anggaran Menjadi Tantangan dalam Pemeliharaan Jalan di Banda Aceh
Kondisi salah satu ruas jalan yang berlubang di Banda Aceh. (Foto: PUPR Banda Aceh)

BANDA ACEH - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh mengalami kendala dalam melakukan pemeliharaan ruas jalan di daerah tersebut karena minimnya anggaran yang tersedia. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Salmah Maimunah. Pemeliharaan ruas jalan terpaksa dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran.

Salmah menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menangani masalah ini dan membuat program pemeliharaan jalan yang efektif, namun penanganannya tergantung pada anggaran yang tersedia. Pemeliharaan jalan di kawasan Kota Banda Aceh dibagi berdasarkan kewenangan, yaitu jalan kota di bawah pengawasan Dinas PUPR Banda Aceh, jalan provinsi menjadi tanggung jawab Dinas PUPR Provinsi, dan jalan nasional dibawah wewenang Balai Jalan.

Sementara itu, jika terjadi pelaporan kerusakan di luar area kewenangan tersebut, pihak Dinas PUPR akan melakukan penambalan sementara. Salmah berharap pihak berwenang dapat segera membuat program sehingga kerusakan jalan dapat diganti secara maksimal, karena telah diselaraskan sesuai kontrak.

Misqal Novio Reeza, Ahli Muda Teknik Jalan dan Jembatan PUPR Banda Aceh menambahkan bahwa ada beberapa program pemeliharaan jalan permanen tahun ini, seperti kawasan jalan pinggir kali. Selain itu, satu rangkaian program yang menjadi target dari pihaknya adalah perbaikan ruas jalan Makam Pahlawan, jalan Nyak Adam Kamil, jalan Hasan Saleh, dan jalan Danu Broto.

Namun demikian, kendala terbesar adalah minimnya anggaran yang tersedia. Dinas PUPR Kota Banda Aceh membutuhkan sekitar Rp100 miliar untuk program pemeliharaan jalan, namun anggaran yang tersedia hanya sebesar Rp4 miliar. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeliharaan secara berkelanjutan setiap tahun dengan prioritas pemeliharaan ruas jalan yang menjadi wewenang mereka.

Dalam hal ini, Dinas PUPR Kota Banda Aceh akan terus berusaha mencari sumber anggaran tambahan agar program pemeliharaan jalan dapat dilakukan dengan lebih maksimal.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya