24 C
id

Polisi Pakistan Tangkap 61 Orang dalam Penggeledahan Kediaman Mantan Perdana Menteri Imran Khan

Polisi Pakistan Tangkap 61 Orang dalam Penggeledahan Kediaman Mantan Perdana Menteri Imran Khan
Polisi Pakistan melakukan penggeledahan di kediaman mantan Perdana Menteri Imran Khan di Kota Lahore pada Sabtu (18/3/2023).
(Foto: AP)
LAHORE - Polisi Pakistan melakukan penggeledahan di kediaman mantan Perdana Menteri Imran Khan di Kota Lahore pada Sabtu (18/3/2023). Operasi ini menangkap sebanyak 61 orang yang menghalangi upaya polisi untuk masuk ke kediaman Khan.

Perwira polisi senior, Suhail Sukhera, memimpin operasi di lingkungan elit Lahore. Polisi membubarkan barikade yang didirikan oleh pendukung partai Khan, Tehreek-e-Insaf (PTI), dengan memblokir jalur di sekitar kediaman Khan menggunakan balok beton, pohon yang ditebang, tenda, dan truk yang diparkir.

Namun, Khan tidak berada di rumah saat penggeledahan berlangsung. Ia melakukan perjalanan ke Islamabad untuk menjalani sidang atas tuduhan menjual hadiah negara dan menyembunyikan asetnya. Sidang itu ditunda hingga 30 Maret.

Pendukung Khan yang memegang tongkat mencoba melawan polisi dengan melempar batu dan bom molotov. Seorang pria di atap kediaman Khan juga melepaskan tembakan, yang mengakibatkan tiga petugas polisi terluka.

Polisi berhasil mendobrak pintu utama kediaman Khan dan menemukan senjata otomatis, bom molotov, batang besi, dan pentungan yang digunakan dalam serangan terhadap polisi selama sepekan terakhir. Di dalam kediaman tersebut, juga ditemukan bangunan ilegal yang digunakan untuk melindungi orang-orang yang terlibat dalam serangan terhadap polisi.

Polisi Pakistan Tangkap 61 Orang dalam Penggeledahan Kediaman Mantan Perdana Menteri Imran Khan
Polisi Pakistan melakukan penggeledahan di kediaman mantan Perdana Menteri Imran Khan di Kota Lahore pada Sabtu (18/3/2023). (Foto: via NDTV)
Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rana Sanaullah, mengatakan bahwa polisi akan melakukan penggeledahan menyeluruh di rumah Khan. Polisi juga menemukan bunker dan Khan diduga menyembunyikan lebih banyak senjata dan amunisi ilegal.

Para pendukung Khan yang marah melemparkan batu ke arah polisi, dan kemudian polisi membalas dengan melontarkan tabung gas air mata untuk membubarkan mereka. Banyak pendukung Khan juga diduga membawa senjata.

Pengacara Khan, Babar Awan, mengajukan permohonan pembebasan Khan dari kehadiran di pengadilan di tengah keadaan khusus. Namun, Menteri Hukum Azam Nazeer Tarar mengutuk Khan karena tidak menyerahkan diri ke polisi dan tidak hadir di pengadilan pada Sabtu, meskipun ia tiba di gerbang kompleks peradilan.

Tarar menuduh Khan menggunakan pendukungnya untuk menghindari dakwaan dan pendukung Khan juga membakar dua kendaraan polisi dan beberapa sepeda motor di luar kompleks peradilan saat membubarkan diri.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya