24 C
id

Jemaah Shalat Idul Adha Membludak di Blang Padang, Khatib Ajak Jemaah Menjadi Pribadi yang Ikhlas dan Sabar

Blang Padang
Shalat Idul Adha (Foto: net)
BANDA ACEH -  Rekor Jemaah Shalat Idul Adha di Blang Padang, Kota Banda Aceh, pada tanggal 29 Juni 2023 yang bertepatan dengan 1444 Hijriah, begitu memukau.

Acara Shalat Idul Adha di masjid yang megah, yaitu Masjid Raya Baiturrahman, dipimpin oleh Tgk Muzakir AR sebagai imam utama, sedangkan Tgk Abdul Manaf Daud bertindak sebagai naib imam.

Khotbah Idul Adha kali ini disampaikan oleh Ridwan Nurdin, seorang dosen di Uin Ar-Raniry yang diangkat sebagai khatib.

Dalam khotbahnya, Ridwan Nurdin mengisahkan kisah inspiratif tentang Nabi Ismail. Ia memulai ceritanya dengan sejarah ketika Nabi Ismail masih bayi, di mana ibunya, Siti Hajar, ditinggalkan di suatu lembah yang sekarang dikenal sebagai Mekkah.

Siti Hajar berjuang mencari air karena kehabisan persediaan, sehingga ia berlari bolak-balik dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.

Dalam keadaan yang putus asa, Siti Hajar menerima pertolongan dari Allah melalui malaikat Jibril. Air zam-zam mengalir dari hentakan kaki Nabi Ismail, memberikan kesegaran dan kehidupan di tengah padang pasir yang tandus.

Kisah ini menjadi bukti bahwa Allah selalu menyediakan jalan keluar bagi hamba-Nya yang taat dan penuh kesabaran.

Selanjutnya, khatib juga mengupas sejarah awal kurban. Nabi Ibrahim, ayah Nabi Ismail, mendapatkan mimpi yang menginstruksikan dia untuk menyembelih anaknya yang saat itu telah remaja, yaitu Nabi Ismail.

Dengan kekuatan iman dan ketulusan hati, Nabi Ismail mengizinkan ayahnya untuk menjalankan perintah Allah tersebut.

Nabi Ibrahim membaringkan Nabi Ismail dan bersiap-siap untuk melaksanakan penyembelihan. Namun, dengan rahmat dan kehendak-Nya, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba surgawi sebagai pengganti kurban.

Dari kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran penting untuk menjadi pribadi yang ikhlas dan sabar. 

Mengikuti keteladanan Nabi Ismail yang dengan tulus menerima takdirnya, kita diajak untuk menggenggam kekuatan iman dan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup.

Semangat kurban yang penuh pengorbanan dan kesetiaan kepada Allah menjadi teladan bagi umat Muslim.

Melalui Shalat Idul Adha yang meriah ini, jemaah di Blang Padang telah disadarkan akan pentingnya memperkuat iman dan menjaga nilai-nilai kesabaran serta keikhlasan dalam menjalani kehidupan. 

Semoga semangat kurban ini terus menginspirasi kita semua untuk menjadi pribadi yang ikhlas, sabar, dan taat kepada Allah SWT.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya