24 C
id

Warga Aceh Timur Alami Kecelakaan Kerja di Malaysia, SUBA Bantu Pemulangan

SUBA
Ketua Sosialisasi Ummah Ban Sigom Aceh (SUBA) Tgk Bukhari Bin Ibrahim. (Foto: aceh.tribunnews)
ACEH TIMUR -  Sebuah kecelakaan kerja menimpa Salamuddin (33), seorang warga Gampong Alue Buloh Dua, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, di Kelantan, Malaysia, pada Jumat (2/6/2023). Kejadian tersebut membawa dampak serius pada kondisi Salamuddin, yang kemudian dirawat di Hospital Kuala Krai Kelantan.

Tgk Bukhari Bin Ibrahim, Ketua Sosialisasi Ummah Ban Sigom Aceh (SUBA), mengungkapkan kepada Serambi pada Minggu (11/6/2023) bahwa ia menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Saat kejadian, Salamuddin berada di atas truk yang membawa kayu. Ketika melintasi jalan menurun dari bukit, truk yang kelebihan muatan kehilangan kendali dan bertabrakan dengan mobil lain yang datang dari arah berlawanan. Sopir mengambil keputusan berisiko dengan membanting stir ke arah kiri, yang berakhir dengan menabrak tepian bukit.

Akibatnya, kayu-kayu tersebut terjatuh, dan Salamuddin langsung melompat untuk menghindarinya. Namun, naasnya, kakinya terjepit oleh kayu sehingga kaki kirinya mengalami luka parah dan mengeluarkan darah.

"Tak lama kemudian, Salamuddin dilarikan ke Hospital Kuala Krai. Saya diberitahu tentang musibah yang dialaminya agar dapat membantu Salamuddin," ujar Tgk Bukhari.

Bukhari kemudian menghubungi majikan tempat Salamuddin bekerja dan menawarkan dua opsi: menanggung biaya pengobatan dan pemulangan atau berurusan dengan Kedutaan Indonesia di Malaysia. Akhirnya, majikan setuju untuk menanggung biaya pengobatan dan pemulangan setelah desakan dari Ketua SUBA.

"Sekarang Salamuddin sedang dirawat di rumah sakit, sementara proses pemulangannya sedang diurus oleh SUBA melalui pengurusan visa. Dalam waktu maksimal dua minggu, Salamuddin akan pulang ke Aceh sesuai permintaan keluarganya kepada SUBA," jelasnya.

Ketika ditanya tentang perkiraan biaya pengobatan dan pemulangan Salamuddin, Tgk Bukhari menyebut bahwa biaya pengobatan diperkirakan mencapai 18.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 58 juta. Sedangkan biaya pengurusan dan pemulangan ke Aceh sekitar Rp 12 juta.

"Saya sudah berkomunikasi dengan keluarga Salamuddin, mereka berharap agar Salamuddin segera pulang ke Aceh. Rencananya, Salamuddin akan dipulangkan melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blangbintang. Kami akan terus mengawal proses ini hingga Salamuddin tiba di Aceh dan diserahkan kepada keluarganya," kata Tgk Bukhari.

Tgk Bukhari menambahkan bahwa Salamuddin telah merantau di Malaysia selama tujuh bulan. Sayangnya, setelah hanya lima bulan bekerja, ia mengalami musibah tersebut. Ia berharap agar warga Aceh yang merantau ke Malaysia memiliki dokumen yang sah untuk memudahkan proses imigrasi dan klaim asuransi jika terjadi kejadian serupa di Malaysia.

"Kami melihat ini sebagai masalah kemanusiaan, oleh karena itu, kami bersama warga Aceh di Malaysia akan saling membantu ketika ada musibah yang menimpa saudara kita di Negeri Jiran," ujar Tgk Bukhari, yang selama ini telah membantu berbagai masalah yang dihadapi warga Aceh di Malaysia.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya