24 C
id

Al-Qur'an Mau Dibakar Lagi, Demonstrasi Bakar Kedutaan Swedia di Irak

Baghdad, aksi demonstrasi, pembakaran kedutaan, Swedia, Al-Qur'an, Moqtada Sadr, kontroversi, keamanan, pemerintah Irak
Gedung Kedutaan Swedia dibakar massa di Irak (Foto: tweeter)
Achehnetwork.com, Baghdad - Kehebohan terjadi di ibu kota Irak, Baghdad, saat para pengunjuk rasa mengamuk dan membakar gedung kedutaan Swedia.

Dalam aksi yang mendapat perhatian luas ini, asap hitam mengepul dari gedung tersebut, sementara puluhan demonstran masih berada di sekitar lokasi.

Situasi semakin tegang karena banyak polisi anti huru-hara Irak yang dikerahkan untuk mengatasi kerusuhan tersebut.

Protes ini dipicu oleh rencana kontroversial untuk membakar Al-Qur'an kembali di Swedia, yang sangat memancing amarah para pendukung pemimpin agama Moqtada Sadr. 

Dalam aksi yang dipimpin oleh para pendukungnya, mereka mengecam keras rencana pembakaran tersebut.

"Kami tidak menunggu sampai pagi, kami masuk saat fajar dan membakar kedutaan Swedia," tegas seorang demonstran muda di Baghdad kepada AFP, sembari mengumandangkan nama pemimpin agama tersebut.

Beruntung, staf kedutaan dilaporkan selamat dari insiden ini, meskipun kerusakan besar terjadi pada gedung dan fasilitas lainnya.

Insiden tragis ini berawal dari izin yang diberikan oleh pihak berwenang di Swedia untuk menyelenggarakan pertemuan di luar kedutaan Irak di Stockholm.


Dalam pertemuan itu, para penyelenggara berencana untuk membakar salinan Al-Qur'an serta bendera Irak, yang tentunya menimbulkan kecaman dan reaksi keras dari berbagai pihak.

Dilaporkan bahwa acara kontroversial ini digagas oleh seorang pengungsi Irak di Swedia bernama Salman Momika.


Sebelumnya, pada 28 Juni, Salman telah membakar beberapa halaman salinan Al-Qur'an di depan masjid terbesar di Stockholm saat merayakan Idul Adha, salah satu hari raya penting umat Islam di seluruh dunia.

Kejadian tersebut kemudian memicu kemarahan para pendukung Moqtada, seorang pemimpin agama yang memiliki pengaruh besar dan menjadi tokoh oposisi politik di Irak.


Mereka bereaksi dengan marah dan menyerbu kedutaan Swedia di Baghdad keesokan harinya.

Dalam perkembangan lainnya, pemerintah Irak dengan tegas mengutuk tindakan pembakaran gedung kedutaan Swedia di Baghdad. 

Kementerian Luar Negeri Irak menuntut pasukan keamanan untuk segera mengidentifikasi para pelaku yang bertanggung jawab atas kerusuhan ini.

"Pemerintah Irak telah menginstruksikan dinas keamanan untuk melakukan penyelidikan mendesak dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mengungkap insiden ini dan mengidentifikasi pelakunya," ungkap pernyataan resmi dari kementerian tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan dunia dan menimbulkan keprihatinan mengenai kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Semoga pihak berwenang dapat segera menangani situasi ini dengan bijaksana dan mencari jalan damai untuk meredam ketegangan antara kedua belah pihak.(*)

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di Fb Acheh Network Media

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya