24 C
id

Muara Kuala Gabi Aceh Singkil Kembali Telan Korban Jiwa, Seorang Nelayan Tenggelam saat Menjaring Kepiting

Tenggelam
(Ilustrasi)
ACEH SINGKIL - Kawasan Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil kembali dilanda duka.

Pada Sabtu (8/7/2023), seorang nelayan bernama July, atau yang akrab disapa Roger, menjadi korban tenggelam di muara Kuala Gabi saat sedang menjaring kepiting.

Perahu yang ditumpangi Roger mengalami kecelakaan karena terdampar.

Saat ombak datang menerjang, perahu tersebut tenggelam.

Meskipun korban selamat dari insiden tersebut, namun hasil tangkapan dan barang-barang di dalam perahu ikut tenggelam.

Beruntung, berkat bantuan dari warga sekitar, perahu korban berhasil dievakuasi ke pinggir muara. 

Kecelakaan di muara Kuala Gabi ini terjadi dalam waktu yang berdekatan dengan kejadian sebelumnya.

Hari sebelumnya, pada Jumat (7/7/2023) malam, KM Siang Malam juga mengalami kecelakaan di muara yang sama.

Namun, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa.

KM Siang Malam dengan enam awaknya berhasil ditarik dari lokasi dan dibawa ke dermaga Jembatan Tinggi Pulo Sarok.

Kasus-kasus kecelakaan di muara Kuala Gabi ini semakin meningkat, dan nelayan setempat mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk segera melakukan pengerukan di muara tersebut.

Hal ini dilakukan untuk mencegah pendangkalan yang semakin parah.

Muara Kuala Gabi merupakan jalur utama keluar masuk bagi nelayan Singkil, kapal pengangkut barang, dan rute perjalanan Singkil-Pulau Banyak-Pulau Banyak Barat, dan sebaliknya.

"Segera lakukan penanganan terhadap muara Kuala Gabi," ungkap Sekretaris Panglima Laut Aceh Singkil, Dara Qutni, yang juga merupakan seorang nelayan.

Desakan ini muncul karena kesadaran akan pentingnya menjaga keselamatan nelayan serta kelancaran transportasi laut di wilayah tersebut.

Diharapkan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera mengambil tindakan untuk melakukan pengerukan di muara Kuala Gabi, sehingga ancaman tenggelamnya perahu nelayan dapat berkurang dan kegiatan pelayaran dapat berjalan dengan aman.

Keselamatan nelayan dan kesejahteraan masyarakat setempat harus menjadi prioritas dalam menghadapi kondisi perairan yang berbahaya seperti ini.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya