24 C
id

Kelam Malam Peringatan HUT RI di Garut: 10 Warga Tewas Dibantai oleh 'Orang Gunung'

Malam Kelam HUT RI, Garut, Tragedi 10 Warga Tewas, Orang Gunung, Penyerangan Misterius, Peringatan Kemerdekaan RI
Bendera Merah Putih berkibar di Garut pada peringatan 17 Agustus (Foto: Detikcom)
Achehnetworkwork - Pada malam kelam peringatan kemerdekaan RI di Kabupaten Garut, 10 warga tak berdosa kehilangan nyawa secara tragis.

Kelompok misterius yang dikenal sebagai 'Orang-orang Gunung' telah melakukan tindakan keji dengan membunuh mereka dengan kejam.

Tanggal 17 Agustus 1950 menjadi suatu kenangan yang pahit bagi penduduk Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. 

Setelah merayakan ulang tahun Republik Indonesia yang ke-5, mereka diserang dengan kejam oleh kelompok misterius.

Sebuah laporan dari surat kabar Belanda, de Preangerbode yang diterbitkan pada 19 Agustus 1950, mencatat bahwa serangan itu terjadi pada malam hari setelah perayaan kemerdekaan.

 "Sepuluh korban tewas akibat serangan di Leles, dengan banyak rumah dan jembatan yang dihancurkan atau dibakar," demikian laporan tersebut.

Serangan ini melanda hampir seluruh wilayah Leles dan sebagian wilayah Kecamatan Balubur Limbangan.

Selain menelan korban jiwa, kelompok pemberontak ini juga membakar banyak rumah warga dan menutup sekolah-sekolah.

Selain merusak harta benda, para pemberontak juga merusak beberapa jembatan penting, termasuk satu yang baru saja direnovasi oleh pemerintah kabupaten.

Peristiwa tragis ini menghantam masyarakat Garut, terutama warga Kecamatan Leles, dengan duka yang mendalam.

Meski begitu, masih ada perdebatan mengenai siapa sebenarnya dalang di balik kejadian ini.

Beberapa pihak menganggap bahwa 'Orang-orang Gunung' yang disebut oleh de Preangerbode adalah kelompok pemberontak dari Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang saat itu mencari persediaan.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa penyerang tersebut adalah penyusup yang merusak reputasi DI/TII.

Sejarawan Garut, Warjita, memiliki pandangannya sendiri.

Menurut Warjita, dalam wawancara dengan detikJabar pada tanggal 17 Agustus 2023, DI/TII adalah pihak yang paling mungkin bertanggung jawab atas peristiwa ini.

Ada berbagai bukti yang mengarah kepada DI/TII sebagai pelaku, termasuk berbagai insiden lainnya yang terjadi di sekitar waktu tersebut yang dapat dikaitkan dengan DI/TII.

"Indikasinya sangat kuat bahwa DI/TII mungkin terlibat," ungkap Warjita.

Ia menambahkan bahwa pemberontakan oleh kelompok DI/TII dan sebutan 'Orang Gunung' yang merujuk pada kelompok tersebut menjadi alasan yang mendukung pandangannya.(*)

Sumber: Detikcom

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya