24 C
id

Nazwa Mutia dan Naysilla Putri Rizqhita: Siswa SMAN Takengon Raih Emas di Pameran Penemuan Perempuan Internasional Korea

Nazwa Mutia, Naysilla Putri Rizqhita, SMAN Takengon, Aceh Tengah, Medali Emas, Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE
Nazwa Mutia dan Naysilla Putri Rizqhita. (Foto: Dok. AJNN)
Aceh Tengah, Acheh Network - Nazwa Mutia dan Naysilla Putri Rizqhita, kedua siswi kelas 12 dari SMAN Takengon, Aceh Tengah, telah meraih prestasi gemilang dengan memperoleh medali emas (Gold Prize) dalam acara Pameran Penemuan Perempuan Internasional Korea atau Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE).

Pameran yang diselenggarakan oleh Korea Women Inventors Association (KWIA) ini berlangsung dari tanggal 20 hingga 22 Agustus 2023.


Prestasi luar biasa ini dicapai berkat penelitian mereka yang diulas dalam laporan berjudul "The use of empan powder as the natural preservative in fish" atau dalam Bahasa Indonesia, "Pemanfaatan bubuk empan sebagai pengawet alami pada ikan."

Laporan ini bersaing dalam kategori Penemuan Lainnya dan Produk Praktis Baru. Selama proses penelitian, kedua siswi ini mendapatkan bimbingan dari Hellyda Fitri.

Kepala SMAN 1 Takengon, Konadi Lingga, menjelaskan bahwa KIWIE merupakan ajang kompetisi inovasi dan invensi tingkat internasional.

Acara ini diadakan secara hybrid di Korea International Exhibition Center (KINTEX), Hall 4, Seoul, Korea Selatan. Untuk tahun ini, Konadi mengungkapkan bahwa KIWIE diikuti oleh 18 negara di seluruh dunia, dengan total 354 penemuan yang masuk dalam kompetisi, terdiri dari 152 penemuan dari Korea Selatan dan 199 penemuan dari negara-negara lain.

"Kami merasa sangat bangga atas prestasi ini. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya Kepala Dinas Pendidikan Aceh," ungkap Konadi dalam pernyataan tertulis pada Kamis, 24 Agustus 2023.

Partisipasi Nazwa dan Naysilla dalam acara ini, lanjut Konadi, dimulai setelah mereka berhasil melewati seleksi yang diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), tingkat nasional.

Mereka berhasil dalam proses publikasi, seleksi, dan akhirnya direkomendasikan sebagai perwakilan Indonesia dalam ajang internasional tersebut.

Di tempat yang terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih oleh kedua siswa ini adalah buah dari upaya besar para guru dalam membimbing dan mempersiapkan mereka untuk bersaing di panggung internasional.

"Ini sekali lagi membuktikan bahwa anak-anak Aceh memiliki kemampuan berdaya saing yang tinggi. Kami merasa bangga atas prestasi ini," ujar Alhudri.(*)

Sumber: AJNN

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di Google News

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya