24 C
id

Darius Agung: Pemimpin Kekaisaran Persia Akhemeniyah yang Mengubah Sejarah

Darius Agung, Kekaisaran Persia Akhemeniyah, Sejarah Persia, Pemerintahan Darius I
Lukisan Darius Agung dari Persia (net)
Sejarah Dunia, Acheh Network - Darius I, yang juga dikenal sebagai Darius Agung, merupakan salah satu raja terkemuka dalam sejarah Kekaisaran Persia Akhemeniyah.

Pemerintahannya selama 36 tahun, dari tahun 522 hingga 486 Sebelum Masehi, menghadirkan berbagai pencapaian penting dan menarik.

Mari kita jelajahi lebih dalam kisah menarik tentang Darius Agung:


Naik ke Tampuk Kekuasaan


Darius Agung lahir pada tahun 550 Sebelum Masehi sebagai putra tertua dari Hystapes dan Rhodugune.

Sejarahnya tertulis dalam prasasti-prasasti penting, termasuk prasasti tiga bahasa yang mencatat prestasi dan perintahnya dalam bahasa Akkadia, Elam, dan Persia kuno.

Pemerintahannya juga menjadi subjek catatan sejarawan Yunani terkenal, Herodotus.


Krisis Kepemimpinan


Kepemimpinan Darius dimulai di tengah kekacauan saat raja palsu Gautama (Bardiya) mengecam takhta pada tahun 522 Sebelum Masehi.

Gautama mengaku sebagai saudara laki-laki Cambyses dan berpura-pura memerintah.

Namun, keluarga Cambyses segera menggagalkan rencana tersebut, dan Darius turut serta dalam konspirasi untuk mengakhiri masa pemerintahan palsu itu.


Kontes Takhta


Setelah kematian Gautama, kekaisaran terjerumus dalam perebutan takhta.

Otanes, pamannya Cambyses, menyarankan kontes untuk menentukan penerusnya.

Kontes tersebut melibatkan perlombaan kuda, dan Darius Agung secara curang memenangkannya dengan bantuan pelayannya yang membuat kudanya meringkik pertama saat matahari terbit. 

Dengan demikian, pada tahun 522 Sebelum Masehi, Darius I menjadi raja ketiga Kekaisaran Persia Akhemeniyah.


Ekspansi Militer


Darius memimpin serangan militer besar-besaran yang mengubah wajah kekaisaran.

Setelah mengkonsolidasikan kekuasaannya di dalam negeri, ia menaklukkan Mesir pada tahun 519 Sebelum Masehi dan sebagian India Utara pada tahun 518 Sebelum Masehi.

Namun, serangan terbesarnya terjadi di Eropa, saat ia berusaha menaklukkan Yunani.


Penaklukkan dan Rintangan


Dalam upaya menaklukkan Yunani kuno, Darius menghadapi perlawanan sengit dari bangsa Scythia dan Yunani.

Meskipun ada kesulitan, termasuk penyakit dan kekurangan makanan, yang menghentikan serangan militer di Eropa, Darius terus berjuang untuk menguasai Yunani.


Reformasi dan Pembangunan


Selama pemerintahannya, Darius I melakukan reformasi penting di dalam negeri.

Ia mendirikan 20 provinsi dengan gubernur masing-masing dan memperkenalkan sistem upeti yang menguntungkan kerajaan.


Dalam hal hukum, ia mencontoh undang-undang Babilonia dan memperbaiki sistem peradilan.

Meskipun hukumannya bisa keras, keadilan ditegakkan dengan tegas.


Pembangunan Impresif


Darius Agung dikenal karena proyek konstruksi megahnya.

Ia membangun kompleks istana di Susa, yang menjadi tempat tinggal favoritnya.

Di Persepolis, ia mendirikan kompleks istana penting yang meliputi berbagai fasilitas penting seperti markas militer dan perbendaharaan.

Selain itu, ia memulihkan kuil-kuil di Mesir yang sebelumnya rusak dan memperkenalkan mata uang universal baru, darayaka, yang mendukung perkembangan ekonomi.


Peninggalan


Meskipun Darius I tidak berhasil menaklukkan Yunani, pemerintahannya meninggalkan jejak penting dalam sejarah Persia.

Setelah kematiannya pada tahun 486 Sebelum Masehi, takhta diwariskan oleh putranya, Xerxes I.

Reformasi, pembangunan, dan pencapaian militernya memengaruhi perkembangan Kekaisaran Persia Akhemeniyah, dan beberapa aspek penting dari pemerintahannya, seperti sistem hukum, tetap bertahan lama setelah kematiannya.


Demikianlah, Darius Agung adalah salah satu tokoh yang paling memengaruhi sejarah Kekaisaran Persia Akhemeniyah, dan warisannya tetap relevan dalam perkembangan Persia dan Iran selanjutnya.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya