24 C
id

DBD Mewabah di Aceh Barat Daya: DPRK Mendorong Solusi Tangani Krisis Kesehatan

DBD, Aceh Barat Daya, Demam Berdarah, Malaria
Ilustrasi Anak terjangkit DBD (Pixabay)


Aceh Barat Daya, Acheh Network - Merebaknya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah merenggut banyak nyawa dan memunculkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat.


Tidak hanya itu, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Sardiman, yang akrab disapa Tgk Panyang, telah mengeluarkan seruan keras kepada pemerintah setempat untuk segera mencari solusi dalam menangani wabah penyakit yang mengancam ini.


Tgk Panyang menekankan perlunya Pemerintah mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) setempat untuk mengambil tindakan-tindakan yang efektif dalam penanganan wabah ini.

Sejak Januari hingga September tahun ini, lebih dari seratus warga Abdya telah menjadi korban DBD. 

Data dari RSUTP mengungkapkan statistik yang mengejutkan, dengan 113 pasien yang dirawat sepanjang periode tersebut.

Jumlah ini, menurut Tgk Panyang, bukanlah angka yang bisa dianggap remeh, dan memerlukan respons serius dari dinas terkait.


"Berdasarkan data yang saya peroleh dari Direktur RSUDTP, ada 113 pasien yang dirawat yang terdampak wabah penyakit DBD, terhitung sejak Januari hingga September 2023.

Menurut saya ini bukanlah jumlah yang sedikit sehingga perlu ditangani serius oleh dinas terkait," ungkap Sardiman saat berbicara dengan awak media pada Sabtu, 16 September 2023.


Untuk mengatasi wabah ini, Tgk Panyang, yang merupakan wakil rakyat yang membidangi pemerintahan umum, mendorong Dinkes dan DLHK untuk bekerja sama dan bersinergi dalam upaya penanganan.

Ia menegaskan bahwa saat ini bukanlah waktu untuk saling menyalahkan, tetapi bagaimana mengatasi krisis kesehatan yang sedang melanda masyarakat Abdya.


Menurut Sardiman, penanganan wabah ini memerlukan keterlibatan semua pihak dan semangat gotong royong.

Selain itu, pembersihan lingkungan, terutama di daerah yang terkena dampak wabah, menjadi tindakan yang sangat penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini.


"Saya juga berharap dukungan dari camat, keuchik, dan seluruh warga untuk bekerja sama dalam mengatasi wabah penyakit DBD ini, karena jika dibiarkan berlarut-larut, dampaknya akan sangat merugikan kesehatan masyarakat dan berpotensi berujung pada kematian," pungkas Sardiman, seorang politisi dari Partai Aceh yang kini menghadapi tantangan besar dalam menangani krisis kesehatan ini.(*)

Sumber: Atjeh Watch

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di Google News

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya