24 C
id

Sosok Aipda Andi yang Berhasil Meredam Demontran Rempang Sendiri, Sesama Melayu Tak Akan Menumpahkan Darah

Konflik Rempang, Rempang eco city, aipda andi hidayat
Aipda Andi Hidayat (Ist)

News, Acheh Network - Dengan penuh keberanian dan kebijaksanaan, Aipda Andi Hidayat mencuri perhatian dunia ketika ia berhasil meredam amarah para demonstran di Pulau Rempang.

Tindakannya yang mengesankan ini tercatat dalam sebuah video yang dibagikan oleh Youtube Ferry Kesuma.


Aipda Andi, dengan penuh kebijaksanaan, menggunakan Bahasa Melayu untuk meminta para pengunjuk rasa tetap tenang. 

Dia mengingatkan mereka bahwa Polisi dan para demonstran adalah orang Melayu, dan dengan penuh semangat berkata, "Dengan tenang, tenang, kalah jadi abu, menang jadi arang, kita harus tetap tenang," dengan logat Melayu yang khas.


Melansir dari Tribun Batam pada Rabu (20/9/2023), Aipda Andi menceritakan kisahnya yang penuh keberanian ketika ia berhasil meredam kemarahan para pengunjuk rasa seorang diri.


Aipda Andi mengandalkan bismillah dan empati terhadap sesama warga Melayu sebagai modalnya.

Dalam situasi yang begitu tegang, dia memutuskan untuk maju dan berdialog dengan para pendemo dengan penuh keyakinan.

Dia mengungkapkan, "Saya hanya mengandalkan bismillah. Pada hari itu, ketegangan antara pendemo dan aparat tim gabungan sudah sangat tinggi."


Tidak hanya menghadapi demonstran, Aipda Andi juga menghadapi peringatan dari rekan-rekannya ketika dia memutuskan untuk mendekati para demonstran seorang diri.

Namun, dia yakin bahwa tidak akan ada pertumpahan darah antara sesama orang Melayu, dan dia bahkan mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa dia adalah seorang budak Melayu.


Dia mengungkapkan, "Rekan-rekan polisi yang lain sempat mengatakan kepada saya, jangan pergi ke sana, bang. Saya memberi tahu mereka bahwa tidak akan ada pertumpahan darah antara orang Melayu. Dengan bismillah, saya maju dan bertemu dengan mereka."


Dengan keberanian yang kokoh, Andi maju ke depan.

Di sana, dia melihat seorang pria yang memegang batu di tangannya.

Ketika dia berada di depan pria tersebut, Andi memberikan tangannya untuk bersalaman.

Dengan cepat, Andi memeluk pria itu dan mengatakan kepadanya untuk berhenti dan pulang ke rumah.


Mata air mata pun jatuh dari mata Andi saat dia memeluk pria yang sebangsa dengannya. 

Dia mengingatkan bahwa Polisi dan warga adalah budak Melayu yang sama, dan mereka tidak boleh saling menyakiti.


Dia mengungkapkan, "Saya memeluknya, saya menangis, dan dia juga menangis. Sudahlah, saudara. Kita ini orang Melayu, dan kita tidak boleh mengalirkan darah Melayu di sini."


Pria itu segera melepaskan batu dari tangannya, dan dengan luar biasa, demonstran lainnya mulai mendekati mereka untuk memberikan semangat dan mendukung permintaan kedua orang yang sedang berpelukan itu.

Dengan tindakan penuh keberanian dan kebijaksanaan ini, Aipda Andi Hidayat membuktikan bahwa dalam situasi yang penuh ketegangan, perdamaian dan persatuan tetap bisa dicapai.(*)

Sumber: wartakotalive.com

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya