24 C
id

Serangan Hamas Palestina dan Balasan Israel: Dampak Tragis di Jalur Gaza, Ramzan Kadyrov Siap Membantu

 

Ramzan Kadyrov
Ramzan Kadyrov (Foto: NYTimes)


News, AchehNetwork.com - Dalam sebuah operasi yang dikenal dengan nama "Operasi Badai Al-Aqsa," pejuang Hamas Palestina melancarkan serangan mendadak ke Israel, menciptakan gelombang ketegangan baru di Timur Tengah.

Merespons serangan tersebut, Israel melakukan serangan balasan yang melibatkan lusinan pesawat tempur yang mengarahkan bom ke wilayah Jalur Gaza.


Serangan balasan Israel ini menyebabkan dampak yang sangat tragis. Laporan menyebutkan bahwa ratusan orang tewas di Jalur Gaza akibat serangan tersebut.

Sebagian besar korban adalah warga sipil Palestina yang tak berdosa, membuat dunia internasional terguncang dan memicu seruan untuk menghentikan tindakan militer ini.


Dalam situasi yang semakin tegang ini, beberapa tokoh dunia menyuarakan kebutuhan untuk mengakhiri kekerasan dan membawa perdamaian ke kawasan tersebut.

Namun, ada juga pemimpin yang telah menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan dukungan kepada Palestina dalam menghadapi serangan Israel.


Salah satunya adalah Ramzan Kadyrov, yang telah menyatakan kesiapannya untuk mengirim pasukan dari Chechnya untuk membantu Palestina dalam menghadapi serangan Israel.

Namun, siapakah sebenarnya Ramzan Kadyrov?


Dilansir dari sumber yang dapat dipercaya, Ramzan Kadyrov lahir pada 5 Oktober 1976, di desa Tsentaroy, Chechnya.

Ia berasal dari keluarga Kadyrov yang terkemuka, dengan sejarah panjang dalam politik Chechnya. Ayahnya, Akhmad Kadyrov, adalah presiden Chechnya pertama setelah perang Chechnya kedua.


Kadyrov tumbuh dalam situasi perang yang keras, dan setelah kematian ayahnya pada tahun 2004 dalam sebuah serangan bom yang mengakibatkan lebih dari tiga lusin korban jiwa, Ramzan Kadyrov naik ke panggung politik dan memainkan peran penting dalam kepemimpinan Chechnya.


Pada tahun 2007, ia diangkat sebagai presiden Chechnya oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Ramzan Kadyrov telah memerintah Chechnya selama lebih dari satu dekade, berhasil memulihkan sebagian besar kerusakan yang disebabkan oleh perang Chechnya II,

dan membangun infrastruktur serta layanan dasar termasuk pembangunan jalan, sekolah, rumah sakit, dan stasiun kereta api yang meningkatkan konektivitas antara Chechnya dan wilayah lain di Rusia.


Namun, ada sejumlah kontroversi yang melingkupi Ramzan Kadyrov.

Menurut laporan dari berbagai sumber, ia diduga memiliki pengaruh kuat dari Islamisme radikal di Chechnya dan terlibat dalam pelanggaran hak LGBT.

Meskipun begitu, pemerintah Rusia di bawah kepemimpinan Vladimir Putin telah memberikan dukungan kuat kepada Kadyrov.


Putin menganggap Kadyrov sebagai alat penting dalam menjaga stabilitas di Chechnya dan telah memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian di wilayah tersebut.

Namun, hubungan ini telah memicu kritik keras dari komunitas internasional, dengan beberapa negara dan organisasi hak asasi manusia mengutuk pengaruh besar Kadyrov serta dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Chechnya.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya