24 C
id

Peusijuek Mahasiswa dari Lima Kabupaten Disebabkan Bentrok Antar Sesama Mahasiswa di Banda Aceh

Bentrok Mahasiswa Banda Aceh
Foto bersama di Acara peusijuek Mahasiswa dari lima Kabupaten (Foto: For AchehNetwork.com/Rz)

Banda Aceh, AchehNetwork.com – Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Aceh Tengah Ir. T. Mirzuan , MT, menghadiri Silaturrahmi dan Peusijuek Mahasiswa Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah bersama ke empat Pj Bupati lainnya di Sekolah Menengah kejuruan (SMK) Negeri 1 Banda Aceh jalan Sultan Malikul Saleh, Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya. Kota Banda Aceh. Ahad (05/11/2023)

Silaturrahmi dan Peusijuek dilakukan karena sebelumnya terjadi bentrok antar mahasiswa dari lima Kabupaten di Provinsi Aceh, karena kesalahpahaman saat pertandingan futsal antara mahasiswa Abdya dengan Takengon dilapangan futsal Qais Sport Peurada Banda Aceh, Sabtu (21/10/2023) pagi yang berbuntut panjang, hingga melibatkan mahasiswa dari lima Kabupaten.

Kejadian tersebut cepat diambil langkah-langkah mediasi dari Pj. Wali kota Banda Aceh, Polresta dan Kodim 0101 KBA, tokoh masyarakat yang juga sebagai wakil pemerintah dari lima Kabupaten terkait.

Proses Peusijuek dilakukan sebagai tindaklanjut dari kesepakatan damai antara mahasiswa yang bentrok untuk berdamai kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Fahmi Irwan Ramli.

Sementara itu Penjabat (Pj) Bupati kabupaten Aceh Tengah Ir. T. Mirzuan , MT, setelah Peusijuek berakhir mendatangi mahasiswa Takengon menyampaikan “pagi ini kita melakukan silaturrahmi dengan lima Kabupaten/Kota, kita adalah saudara di Provinsi Aceh dan kita juga adalah bagian dari Republik Indonesia, mari sama-sama kita membangun.”

Adik-adik mahasiswa adalah generasi penerus bangsa apalagi negara sudah mencanangkan di tahun 2045.

100 tahun Indonesia merdeka, maju, mana kontribusi kita selaku mahasiswa kalau kita ini tidak bersatu. 

Harapan kita saat ini adalah jangan ada lagi konflik, saat ini kita belajar tuntutlah ilmu setinggi-tingginya, buktikan mahasiswa dari Gayo ini mampu berkontribusi di Indonesia Emas ditahun 2045." Kata T. Mirzuan

Ditambahkan ,ketua KNA Jumhur "Pertama sekali, mahasiswa adalah aset gayo dan yang akan membangun gayo untuk masa yang akan datang, saat ini yang di pentingkan adalah kompetisi artinya persaingan bukan perlawanan antara Kabupaten.

Kita mahasiswa dari gayo cobalah buktikan diri kita adalah orang yang akademik yang unggul, kita bisa menggambarkan bagai mana Gayo itu kedepan, bagai mana bisa melebihi dari daerah lain.

Kemudian, pertandingan yang sifatnya persahabatan seperti oleh raga itu harus dibina, menjunjung sportifitas." Ungkapnya

"Harapan kami mahasiswa yang berasal dari lima Kabupaten , Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, untuk bergandengan, menuju Aceh yang jaya, maju, bermartabat, untuk menuju masa depan, memasuki dunia green tahun 2050 siap berkompetis.".(Rz)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya