24 C
id

Kritik Pedas di Medsos terhadap Direktorat Jenderal Bea Cukai sebagai Tukang Palak Berseragam: Menteri Keuangan Sri Mulyani Memberikan Tanggapan

Bea Cukai
Kritik Pedas di Medsos terhadap Direktorat Jenderal Bea Cukai sebagai Tukang Palak Berseragam: Menteri Keuangan Sri Mulyani Memberikan Tanggapan/


AchehNetwork.com - Media sosial resmi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan belakangan menjadi sorotan tajam dari para pengguna media sosial. 

Kontroversi timbul karena pemberlakuan bea masuk atau pajak yang mencapai jumlah yang fantastis untuk barang-barang impor.

Salah satu insiden yang menjadi viral adalah kasus pengiriman sepatu senilai Rp. 10.000.000,- yang dikenakan pajak dan bea masuk hingga mencapai Rp. 

30.000.000,-. Tak kalah mencolok, hibah alat belajar tunanetra dari perusahaan asal Korea Selatan juga dipukul dengan bea masuk yang mencapai Rp. 316.000.000,-.

Akibat peristiwa-peristiwa tersebut, akun Instagram resmi Bea Cukai @beacukairi dibanjiri kritik dan keluhan dari warganet. 

Beragam komentar pedas dan ketidakpuasan terhadap kinerja dan layanan DJBC mengalir deras. 

Ada yang bahkan menyamakan perlakuan DJBC dengan mafia yang bertopeng di balik institusi pemerintahan.

Seorang pengguna Instagram dengan akun @asri513 menulis, “Bea Cukai adalah mafia terhormat yang berlindung di balik instansi pemerintahan. Itu biasanya ada di film-film gitu kan.”

Menyikapi keadaan ini, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, akhirnya memberikan tanggapannya. 

Dia menyatakan telah meminta DJBC untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mendengarkan masukan dari masyarakat.

“Saya telah meminta Bea Cukai untuk terus meningkatkan pelayanannya, karena masyarakat tentu berharap adanya kepastian, kecepatan, dan kenyamanan,” ujar Sri Mulyani.

Menteri tersebut juga menjelaskan bahwa DJBC memiliki peran penting dalam mengumpulkan bea masuk dan pajak, mendukung perdagangan, industri dalam negeri, serta menjaga kepentingan masyarakat.

Sri Mulyani telah memberikan instruksi kepada DJBC untuk berkolaborasi dengan pemangku kebijakan lainnya. 

Dia juga menyampaikan apresiasinya atas masukan dari masyarakat, dengan tujuan untuk terus memperbaiki kinerja Bea Cukai.

“Hal penting lain yang saya mintakan, Bea Cukai harus mampu untuk terus berkomunikasi, mengedukasi, dan menjelaskan bahwa Bea Cukai harus melakukan banyak peraturan-peraturan yang merupakan aturan dari berbagai kementerian atau lembaga (K/L). Ini adalah sebuah tugas rumit, kadang mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi ini dengan tujuan untuk menjaga perekonomian Indonesia,” tambah Sri Mulyani.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya