24 C
id

Mengapa Djibouti Menjadi Tujuan Pangkalan Militer Global yang Mendominasi? Ini Alasannya..

Djibouti
Peta Tanduk Afrika dan wilayah rawan konflik/


AchehNetwork.com - Djibouti, sebuah negara kecil yang terletak di Laut Merah, telah menjadi pusat perhatian bagi kekuatan militer global dengan menampung pangkalan militer utama Amerika Serikat dan Perancis, serta menarik perhatian Tiongkok. 

Apa yang membuat negara tanduk Afrika ini menjadi magnet bagi kehadiran militer global?


Stabilitas Strategis


Djibouti memegang peran penting sebagai model stabilitas di kawasan yang berpotensi konflik. 

Terletak di Selat Bab el-Mandeb, yang menjadi pintu gerbang vital menuju Terusan Suez, negara ini menjadi titik strategis di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. 

Keberadaan pelabuhan yang penting bagi negara tetangga tanpa akses laut, seperti Ethiopia, semakin meningkatkan peran Djibouti dalam logistik regional. 

Terlebih lagi, dengan pembangunan infrastruktur yang dipimpin oleh Tiongkok, termasuk pembangunan pelabuhan udara dan laut, Djibouti semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat logistik regional.


Kondisi Konflik di Sekitarnya


Kedekatan geografis Djibouti dengan wilayah-wilayah yang dilanda konflik di Afrika dan Timur Tengah memperkuat alasan keberadaan pangkalan militer di sana. 

Dengan Somalia sebagai tetangga di sebelah tenggara, yang telah lama menjadi fokus kerusuhan dan ancaman global seperti bajak laut dan militan al-Shabab, kebutuhan akan respons internasional sangat besar. 

Selain itu, Yaman, yang saat ini dilanda konflik, berjarak sangat dekat melintasi Selat Bab-el-Mandeb, menjadi jalur akses mudah ke Timur Tengah. 

Keberadaan pangkalan militer di Djibouti memungkinkan respons cepat terhadap krisis-krisis di wilayah tersebut.


Pangkalan Militer Global


Djibouti telah menjadi tuan rumah pangkalan militer permanen terbesar Amerika Serikat di Afrika, yakni Camp Lemonnier, yang menampung lebih dari 4.000 personel. 

Kunjungan Menteri Luar Negeri AS John Kerry ke Djibouti menegaskan pentingnya negara kecil ini dalam strategi keamanan AS di Afrika. 

Meskipun Perancis dan Jepang juga aktif di Bandara Internasional Djibouti-Ambouli, perhatian terbesar jatuh pada ambisi militer Tiongkok. 

Djibouti sedang dalam pembicaraan dengan Tiongkok untuk mendirikan pangkalan angkatan laut resmi pertama mereka di luar negeri, yang telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pihak-pihak lain, terutama AS.


Persaingan dan Manfaat Ekonomi


Dengan peran pentingnya sebagai tuan rumah pangkalan militer global, Djibouti menjadi pusat persaingan kekuatan global, terutama antara AS dan Tiongkok. 

Meskipun AS membayar sewa untuk pangkalan mereka sebesar $63 juta per tahun, Tiongkok juga berinvestasi besar dengan proyek-proyek infrastruktur senilai $100 juta, serta upaya-upaya ekonomi lainnya. 

Hal ini menciptakan dinamika kompleks antara Djibouti dan kekuatan global, di mana Djibouti memperoleh manfaat ekonomi dari kehadiran militer global tanpa mengabaikan persaingan geopolitik yang intens.


Kesimpulan


Djibouti telah menjadi pusat pangkalan militer global yang penting karena stabilitas geopolitiknya, lokasinya yang strategis, dan kondisi konflik di sekitarnya. 

Dengan keberadaan pangkalan militer utama dari berbagai negara besar, Djibouti menjadi saksi persaingan kekuatan global yang semakin meningkat, sementara juga menikmati manfaat ekonomi dari peran strategisnya dalam logistik regional. 

Namun, tantangan besar bagi Djibouti adalah menjaga keseimbangan antara kepentingan militer global dan pembangunan ekonomi nasionalnya di tengah persaingan geopolitik yang semakin kompleks.(*)

Sumber: BBC

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya