24 C
id

Aksi Massa Gerakan Mahasiswa Gayo di DPRK Aceh Tengah: Tuntutan Tegas Menolak Hymne Aceh

Hymne Aceh
GMG melakukan aksi damai/



AchehNetwork.com - Gerakan Mahasiswa Gayo (GMG) membuat gebrakan dengan melakukan aksi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah pada hari Rabu kemarin. 

Dengan semangat yang berkobar, massa yang tergabung dalam GMG datang dengan menggunakan mobil komando, mengibarkan bendera kerajaan Linge, dan mengumandangkan lagu Tawar Sedenge, sebuah lagu wajib yang melekat erat dengan identitas Aceh Tengah.

Tidak hanya itu, massa yang memenuhi area depan kantor DPRK ini juga membawa empat tuntutan yang mereka anggap penting untuk diperjuangkan:

1. Menolak penggunaan hymne Aceh di Aceh Tengah.

2. Menentang pemutaran hymne Aceh di dalam wilayah Kabupaten Aceh Tengah.

3. Menuntut agar setiap sekolah di Kabupaten Aceh Tengah wajib mengumandangkan Hymne Gayo dalam upacara bendera.

4. Meminta pemerintah daerah untuk membuat qanun yang mengatur penggunaan bahasa Gayo di semua instansi pemerintahan Aceh Tengah setidaknya satu hari dalam seminggu.


Koordinator aksi, Afdhalal Ghifari dan Hamzah Cibro, menjadi sosok yang menggalang semangat massa untuk menyuarakan aspirasi mereka. 

Massa yang masih bertahan di depan kantor DPRK menunjukkan ketegasan mereka untuk tidak mundur sebelum aspirasi mereka didengar oleh anggota DPRK.

Mereka bersikeras untuk masuk ke dalam gedung dan menyampaikan tuntutan mereka secara langsung kepada para wakil rakyat. 

Aksi ini menjadi momentum penting bagi GMG dalam memperjuangkan hak dan identitas budaya masyarakat Gayo di Aceh Tengah.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya