24 C
id

Struktur Kemiliteran Angkatan Perang dalam Sejarah Kerajaan Aceh Darussalam

Qanun Meukuta Alam
Ilustrasi/net



AchehNetwork.com - Menarik! Dalam Qanun Meukuta Alam, yang merupakan Konstitusi Negara atau Undang-undang Kerajaan Aceh, terdapat disposisi mengenai struktur lembaga negara, termasuk Balai Laksamana Amirul Harb, yang setara dengan Departemen Pertahanan di negara lain. 

Orangkaya Laksamana Wazirul Harb adalah gelar bagi pejabat tinggi yang memimpin balai tersebut, bertanggung jawab atas Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

Selain itu, Qanun juga mengatur gelar-gelar perwira di Balai Laksamana, yang memberikan nuansa keanggunan dan kekuatan pada hierarki militer.

  1. Seri Béntara Laksamana
  2. Tandil Amirul Harb
  3. Tandil Kaway Laksamana
  4. Budjang Kaway Béntara Siyasah
  5. Budjang Laksamana
  6. Tandil Bentara Seumasat
  7. Budjang Béntara Sidik
  8. Tandil Radja
  9. Budjang Radja
  10. Magat Seukawat
  11. Budjang Akiyana; dan
  12. Tandil Gapounara Siyasah


Pembangunan Angkatan Perang dalam Sejarah Kerajaan Aceh Darussalam


Sultan Ali Mughayat Syah (1511-1530 M), tokoh pembangun Kerajaan Aceh Darussalam, menetapkan empat kebijakan utama negara, salah satunya adalah memperkuat Angkatan Laut. 

Keputusan ini menjadi landasan bagi masa depan pertahanan negara.

Sultan Alaiddin Riayat Syah (1539-1572 M), yang lebih dikenal dengan gelar Al Qahhar, melanjutkan visi pembangunan Angkatan Laut dan Angkatan Darat yang kuat yang digagas oleh Ali Mughayat Syah. 

Dia menjalin kemitraan militer dengan Kekaisaran Ottoman Turki, mengimpor tenaga ahli teknik dari Turki, Arab, dan India untuk memperkuat kemampuan teknis dan taktis angkatan bersenjatanya. 

Langkah revolusioner ini diperkuat dengan kedatangan 300 tenaga ahli dari Turki, menandai kolaborasi internasional yang penting dalam sejarah pertahanan Aceh.

Sultan Iskandar Muda (Iskandar I, 1606-1636 M) mengambil tonggak pembangunan Angkatan Perang ke tahap selanjutnya. 

Berpegang pada filosofi "Siapa kuat hidup, siapa lemah tenggelam," dia tidak hanya memperkuat, tetapi juga memodernisasi angkatan perang darat dan laut Aceh. 

Langkah-langkah inovatif ini memastikan bahwa Aceh tetap menjadi kekuatan militer yang dihormati di wilayahnya.

Pangkat-Pangkat Militer Angkatan Perang Aceh


  1. Si Pai (Prajurit)
  2. Cut (Kopral)
  3. Banta Seudang ( Sersan)
  4. Banta (Sersan Mayor)
  5. Banta Setia (Pembantu Letnan)
  6. Pang Cut ( Letnan II)
  7. Pang Muda ( Letnan I)
  8. Pang (Kapten)
  9. Bentara Cut ( Mayor)
  10. Bentara Muda (Letnan Kolonel)
  11. Bentara (Kolonel)
  12. Panglima Sukèe (Brigadir Jenderal)
  13. Panglima Cut (Mayor Jenderal)
  14. Panglima Muda (Letnan Jenderal)
  15. Panglima (Jenderal)


Buhon Angkatan (Pasukan Tentara)


  1. Sabat (Regu)
  2. Rakan (Peleton)
  3. Kawan (Kompi)
  4. Balang ( Batalyon), Ulèe Balang (Komandan Batalyon)
  5. Sukèe (Resimen)
  6. Sagoë ( Devisi)


Neumat Buet (Jabatan)


  1. Ulèe (Komandan)
  2. Rama Setia (Ajudan)
  3. Keudjruen (Ajudan Jenderal)
  4. Keudjruen Panglima (Ajudan Panglima)
  5. Keudjruen Balang (Ajudan Batalyon)
  6. Peurintah (Komando)
  7. Adat (Staf)
  8. Tuha Adat (Kepala Staf)
  9. Adat Meuhad (Staf khusus)
  10. Kaway (Petugas penjagaan/piket)


Adat Peurintah Sagoe ( Staf Komando Devisi)


  1. Panglima Peurintah Sagoë (Panglima Devisi)
  2. Panglima Wakilah (Wakil Panglima)
  3. Béntara Rama Setia (Ajudan Kolenel)
  4. Pang Setia (Ajudan Kapten)
  5. Tuha Adat Peurintah (Kepala Staf Komando)
  6. Keudjruën (Staf ajudan)
  7. Pang Muda Setia (Ajudan Letnan)
  8. Adat Samaindra (Staf Administrasi)
  9. Adat Seumasat (Staf Intelijen)
  10. Adat Peunaroë (Staf Operasi)
  11. Adat Seunaroë (Staf Logistik)
  12. Adat Meuhad (Staf Khusus)
  13. Bala Sidék Tantra (Korps Polisi Militer)
  14. Bala Tantra Ranto (Tentara Lapangan/infanteri)
  15. Bala utôh Pandé (Korps Zeni Bangunan)
  16. Bala Surah Hanta (Korps Perhubungan)
  17. Bala Buleuen Mirah (Korps Palang Merah)
  18. Bala Dapu Balèe (Korps Perbekalan Barak)
  19. Balang Balè Raya (Batalyon Garnizun)
  20. Balang Meuriyam Lila (Batalyon Alteleri)
  21. Kawan Bala Gajah (Batalyon Kaveleri)
  22. Meuntara Tuha Adat (Kepala Staf)
  23. Ulèe Adat (Perwira Staf)
  24. Ulèe Bala (Kepala Korps)
  25. Ulèe Kawan (Komandan Kompi)
  26. Ulèe Balang (Komandan Batalyon, yang merangkap sebagai kepala pemerintahan sipil)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya