24 C
id

Terungkap, Gegara Utang-Piutang Pelaku Gunting Telinga Korban

Penganiayaan
Dua pelaku diamankan/dok. Polisi


AchehNetwork.com - Kasus penganiayaan yang mengakibatkan telinga Muhammad Yudhi (36) putus di Banda Aceh telah terungkap motifnya. 

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadilah Aditya Pratama, menyatakan bahwa utang-piutang menjadi pemicu dari kejadian tragis tersebut.

"Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui bahwa antara korban dan pelaku terkait dalam permasalahan utang-piutang," ungkap Fadillah pada Senin kemarin.

Menurut penjelasannya, awalnya Yudhi merental mobil dari pihak lain. 

Namun, kemudian mobil tersebut digadaikan kepada SL dan ML alias Simin sebagai jaminan atas pinjaman uang sebesar Rp 8 juta.

"Kedua pelaku tidak menyadari bahwa mobil tersebut merupakan mobil rental. Ketika pemilik mobil mengambil kembali kendaraannya, hal ini menimbulkan ketegangan antara korban dan pelaku," jelasnya.

Setelah kehilangan kendaraannya, SL dan ML berusaha bertemu dengan Yudhi namun tanpa hasil. Bahkan, keluarga korban pun tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut.

"Korban akhirnya ditemukan di Hotel Kyriad Muraya, dan kemudian dibawa ke Neuheun di mana penganiayaan yang mengerikan terjadi," tambahnya.

Hingga saat ini, kasus ini masih dalam proses penyelidikan yang intensif. Petugas terus melakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan dari berbagai pihak terkait.

"Kami terus berupaya untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini," tegas Fadilah.

Sebelumnya, SL (33) dan ML alias Simin (39), kedua tersangka asal Gampong Neuheun, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, berhasil ditangkap oleh anggota Polresta Banda Aceh setelah melakukan penganiayaan berat terhadap Muhammad Yudhi (36) yang merupakan warga Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.

Insiden tragis ini terjadi di kawasan gunung Kompleks Perumahan Budha Tzu Chi atau yang lebih dikenal sebagai Perumahan Jacky Chan, di Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, kemarin.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya