24 C
id

Keunikan Kota Rahat, Kota Muslim Terbesar di Tengah Israel, Dihuni 90 Persen Warga Beragama Islam..

Kota Rahat
Rahat, Permukiman Arab Badui Muslim di Israel


AchehNetwork.com - Sebagaimana sebuah oasis yang menyegarkan di tengah padang pasir, kota Rahat menjadi tempat yang unik dengan keberagaman etnis dan budaya di Israel, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam.

Israel, sebuah negara yang terletak di Timur Tengah dengan populasi sekitar 9,8 juta jiwa, terletak di sepanjang garis pantai timur laut Mediterania, berbatasan dengan Lebanon, Suriah, Yordania, dan Mesir.

Meskipun sering kali diidentikkan dengan agama Yahudi, Israel juga menjadi rumah bagi beragam kelompok etnis dan agama lainnya.

Data menunjukkan bahwa sekitar 18% populasi Israel memeluk Islam, sementara Kristen sebesar 1,9%, Agama Druze 1,6%, dan sekitar 5% lainnya memeluk agama lain.

Menariknya, Islam merupakan agama minoritas terbesar di Israel, dengan sekitar 1,7 juta jiwa pengikutnya. 

Lebih dari 99% Muslim Israel adalah Sunni, sementara sisanya adalah Ahmadiyah.

Meskipun menghadapi tantangan diskriminasi, terutama dalam konteks konflik antara Israel dan Palestina yang sering dilihat sebagai pertempuran antara umat Yahudi dan Islam, komunitas Muslim di Israel terus bertumbuh dan berkembang.

Fakta menarik lainnya adalah bahwa penganut agama Islam merupakan kelompok terbesar kedua di negara ini.

Berdasarkan laporan dari kanal YouTube Jelajah Bumi pada 12 Mei 2024, Rahat, di antara berbagai kota di Israel, menjadi kota terbesar yang dihuni oleh penduduk Muslim, diikuti oleh Um-Alfa'am dan Nazaret.

Pembicara dalam video tersebut menyebutkan, "Dari banyaknya kota di Israel, Rahat terkenal sebagai kota Muslim terbesar dengan populasi lebih dari 84.000 jiwa."

"Kota Um-Alfa'am dan Nazaret juga memiliki jumlah penduduk Muslim yang signifikan, masing-masing sekitar 56.000 dan 55.600 jiwa," tambahnya.

Rahat, sebuah kota di Israel, mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. 

Menurut Biro Pusat Statistik Israel, hampir seluruh komposisi etnis di Rahat adalah Arab Badui yang beragama Islam, dengan sebagian kecil lainnya merupakan orang Yahudi dan Kristen.

Lebih dari 90% populasi Rahat adalah Muslim, menjadikannya Kota Arab Badui terbesar di Israel dan dunia.

Dengan luas wilayah sekitar 19.586 km persegi, Rahat hanya berjarak sekitar 93 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan darat dari Tel Aviv, ibu kota Israel.

Sejarah Rahat memiliki akar yang panjang. Didirikan resmi pada tahun 1972 di tanah Suku Al-Huzail, Rahat adalah bagian dari rencana untuk menetapkan pemukiman permanen bagi penduduk Badui.

Sebelumnya, orang Badui Arab hidup sebagai pengembara, berpindah-pindah di sekitar Gunung Negev.

Keberadaan Islam di Rahat telah lama terdokumentasi, seperti yang ditunjukkan oleh penemuan seperti sebuah masjid kuno yang berusia ribuan tahun.

Pada tahun 2019, tim arkeolog dari Israel Antiquities Authority mengumumkan penemuan salah satu masjid tertua di dunia di Rahat. 

Masjid ini diperkirakan berusia sekitar 1200 tahun, menjadikannya salah satu masjid tertua dari abad ketujuh, ketika Islam mulai menyebar di wilayah tersebut.

Menurut para arkeolog, temuan ini mengindikasikan bahwa Islam telah ada di wilayah ini sejak lama, hidup berdampingan dengan pemukiman Kristen.

Selain masjid, tim arkeolog juga menemukan sebuah rumah pertanian dari era Bizantium yang diyakini menjadi tempat tinggal petani Kristen, bersama dengan menara berbenteng dan kamar-kamar dengan dinding kuat yang mengelilingi halaman.

Rahat terus tumbuh menjadi kota Muslim terbesar di Israel.

Sebagai kota Muslim, masjid-masjid dapat ditemukan dengan mudah di Rahat, sementara tempat-tempat seperti bar dan klub malam tidak begitu umum di sini. 

Rahat adalah pusat perdagangan, komersial, dan kehidupan sehari-hari di Gurun Negev.

Penduduk Rahat memiliki beragam pilihan pekerjaan, termasuk di pabrik dan bisnis di beberapa kawasan industri dan komersial.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan industri telah dikembangkan di Rahat untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat, dengan beberapa pabrik dimiliki oleh orang Arab.

Meskipun isu agama seringkali menjadi fokus perdebatan, Rahat menawarkan gambaran yang berbeda. 

Kota ini menjadi contoh harmoni antara komunitas Muslim Badui dan Yahudi yang hidup berdampingan selama bertahun-tahun, melibatkan berbagai kegiatan mulai dari usaha bersama hingga perayaan sosial dan pernikahan.

Sebagai sebuah kota, Rahat menyediakan berbagai layanan publik termasuk kesehatan, pendidikan, kepolisian, pusat perbelanjaan, dan banyak lagi.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya