24 C
id

Tsunami Aceh, Peristiwa Tragis yang Dikenang Lewat Museum Tsunami, Dirancang Arsistek Asli Indonesia


Museum tsunami aceh
Museum Tsunami Aceh/tripadvisor



AchehNetwork.com - 26 Desember 2004 menandai momen kelam dalam sejarah, ketika gelombang tsunami dahsyat melanda Aceh dan sejumlah negara di sepanjang pesisir Samudra Hindia. 


Bencana itu, yang kini dikenal sebagai Tsunami Aceh, menyebabkan kehancuran besar dan mengambil nyawa sekitar 170.000 jiwa.

Sebagai bentuk penghormatan dan sebagai pusat edukasi, Museum Tsunami Aceh didirikan untuk mengenang para korban dan juga sebagai pusat evakuasi di masa bencana. 


Berdirinya museum ini pada bulan Februari 2008 menjadi tonggak penting dalam proses penyembuhan dan peringatan akan kekuatan alam yang luar biasa.

Museum ini adalah hasil desain dari M. Ridwan Kamil, yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. 


Desainnya, yang dikenal dengan nama "Rumoh Aceh Escape Hill", berhasil memenangkan sayembara tingkat internasional pada tahun 2007, mengalahkan 68 pesaingnya. 

Konsep "Escape Hill" menciptakan sebuah taman berbentuk bukit yang juga berfungsi sebagai tempat evakuasi dalam menghadapi ancaman banjir atau tsunami di masa depan.

Salah satu fitur menarik dari museum ini adalah pola fasad bangunannya yang menggambarkan tarian Saman, menampilkan unsur tradisional Aceh yang kaya budaya.

Museum Tsunami Aceh memiliki lebih dari 6.000 koleksi yang terbagi dalam berbagai jenis, mulai dari koleksi etnografika, arkeologika, biologika, hingga seni rupa dan numismatika. 


Pengelola museum secara berkala mengadakan pameran temporer untuk sebagian koleksi, sementara sebagian lainnya dipamerkan secara tetap.

Ketika mengunjungi museum ini, pengunjung akan melewati lorong kecil yang minim pencahayaan, menciptakan suasana yang memilukan. 


Di dalamnya, terdapat ruang bernama "The Light of God" yang memuat ribuan nama korban tsunami. 


Suara gemuruh air dan lantunan zikir menghadirkan suasana yang menggugah, mengingatkan akan kengerian tragedi yang terjadi pada tahun 2004.

Interior museum ini, dikenal sebagai "Tunnel of Sorrow", dirancang untuk mengajak pengunjung merenung atas musibah besar yang dialami oleh warga Aceh, sambil juga mengakui kekuatan dan kebesaran Allah.

Di lantai dua, pengunjung akan disambut dengan jembatan yang mengingatkan pada rumoh Aceh, dihiasi dengan bendera-bendera negara donatur yang turut membantu pembangunan museum ini.

Museum Tsunami Aceh, yang berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, merupakan simbol peringatan akan ketahanan dan kekuatan manusia dalam menghadapi bencana alam. 

Biaya masuk yang terjangkau juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat komitmen untuk memperingati peristiwa tragis ini sambil memberikan pembelajaran bagi generasi mendatang.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya