24 C
id

441 Warga Banda Aceh Terjangkit HIV/AIDS: DPRK Desak Pemko Banda Aceh Serius Tangani Penularan

 

HIV/AIDS, Banda Aceh
Ilustrasi/net


AchehNetwork.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Musriadi, mengeluarkan pernyataan tegas kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk segera mencari solusi efektif dalam pencegahan penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). 


Pasalnya, sejak tahun 2018 hingga Mei 2024, sebanyak 441 warga terinfeksi penyakit tersebut.


“Kami mendesak Pemko melalui dinas kesehatan untuk meningkatkan skrining dan deteksi dini sebagai upaya efektif selama ini untuk mencegah penularan kasus HIV-AIDS agar tidak terus bertambah setiap tahun,” ujar Musriadi pada Selasa, 11 Juni 2024.


Menurut data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Banda Aceh, dari 441 kasus tersebut, 336 orang terjangkit HIV dan 105 orang lainnya terjangkit AIDS. 


Kasus penularan HIV di Banda Aceh sebagian besar didominasi oleh kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL).


Musriadi juga menegaskan pentingnya keseriusan pemerintah dalam menangani kasus ini. Ia mengusulkan agar setiap kecamatan melakukan skrining terhadap kelompok yang berisiko atau rentan tertular HIV maupun sifilis.


 "Kasus ini jangan dianggap sebagai penyakit yang tabu, tetapi harus lebih terbuka seperti penanganan Covid-19. Dengan begitu, setiap individu bisa dites untuk mengetahui apakah mereka terkena HIV dan segera diobati, serta aktivitas seksualnya harus langsung dibatasi supaya tidak menyebar kepada individu lainnya," tambahnya.


Ia menyoroti beberapa faktor yang menyebabkan tingginya penularan HIV, di antaranya adalah kurangnya pengetahuan tentang cara penularan virus, perilaku seksual yang berisiko, kurangnya akses terhadap informasi dan layanan kesehatan seksual, serta stigma dan diskriminasi terkait Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).


Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Supriyadi, juga menekankan bahwa HIV dan AIDS adalah kondisi serius yang berpotensi mematikan. 


"HIV adalah virus yang dapat menyebabkan AIDS, yang merupakan tahap lanjutan dari infeksi HIV. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh, merusak sel-sel yang penting untuk melawan infeksi dan penyakit," jelas Supriyadi.


Ia menambahkan bahwa remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap penularan virus ini. Terdapat empat jenis populasi yang berisiko tinggi tertular HIV, yaitu LSL, waria, wanita/pria pekerja seks, dan pengguna narkoba suntik. 


Meningkatnya kasus HIV di Kota Banda Aceh sejalan dengan meningkatnya populasi kunci laki-laki seks dengan laki-laki.


Supriyadi juga mencatat pengaruh media sosial dalam peningkatan kasus ini, di mana perilaku laki-laki berpakaian perempuan sudah dianggap wajar dan dapat mempengaruhi persepsi remaja. 


“Hal ini berisiko pada pertumbuhan dan perkembangan psikologis anak yang mungkin menganggap bahwa meniru perempuan adalah hal wajar, dan berpotensi bergabung dengan komunitas populasi kunci yang berisiko seperti LSL,” pungkasnya.


Musriadi berharap pemerintah dapat lebih proaktif dan inovatif dalam menangani masalah ini untuk mengurangi angka penularan HIV/AIDS di Banda Aceh dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi seluruh warga.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya