24 C
id

Misteri Pelarian dari Penjara Alcatraz, Penjara Paling Ngeri di Dunia: Kisah Empat Narapidana yang Mengguncang Sejarah

Penjara Pulau Alcatraz, kisah pelarian dari Penjara Pulau Alcatraz
Penjara Pulau Alcatraz/



AchehNetwork.com — Alcatraz, sebuah pulau di Teluk San Francisco, dikenal sebagai penjara dengan keamanan tinggi yang hampir mustahil ditembus. 


Namun, pada tanggal 11 Juni 1962, reputasi itu diguncang oleh upaya pelarian yang mencengangkan.


Latar Belakang Para Narapidana


Frank Lee Morris lahir di Washington D.C. pada 1 September 1926. 

Setelah kehilangan orang tuanya pada usia 11 tahun, Frank menghabiskan masa kecilnya di panti asuhan. 

Sejak usia 13 tahun, ia terlibat dalam berbagai aksi kriminal, termasuk narkoba dan pencurian, yang membawanya keluar-masuk penjara hingga akhirnya dipindahkan ke Alcatraz.


John dan Clarence Anglin adalah kakak beradik dengan selisih usia setahun, berasal dari Donalsonville, Georgia. Karena pekerjaan musiman orang tua mereka, keluarga ini sering berpindah-pindah. 

Kedua bersaudara ini, bersama dengan saudara mereka Alfred, pernah merampok Bank of Columbia di Alabama. 

Setelah beberapa kali dipindahkan antar penjara, John dan Clarence akhirnya ditempatkan di Alcatraz, sementara Alfred tetap di Penjara Atlanta.

Allen West adalah seorang residivis yang telah masuk penjara sebanyak 20 kali. Lahir di New York pada 25 Maret 1929, Allen terlibat dalam berbagai kejahatan, termasuk pencurian mobil. 

Setelah gagal melarikan diri dari penjara di Florida, ia dipindahkan ke Alcatraz.



Rencana Pelarian


Pada Desember 1961, keempat narapidana ini ditempatkan di sel yang bersebelahan. 

Mereka mulai merencanakan pelarian dengan menggali lubang di bawah wastafel sel mereka, menggunakan alat-alat seadanya seperti pisau, sendok, dan bor listrik buatan sendiri dari motor penyedot debu. 

Lubang tersebut ditutupi dengan kardus untuk menyamarkannya, sementara suara bor disamarkan dengan permainan akordion oleh Frank.

Setelah berhasil membuat lubang yang cukup besar, mereka menuju ke ventilasi udara dan akhirnya ke sel kosong di atas sel mereka, yang dijadikan sebagai bengkel untuk membuat rakit, pelampung, dan topeng plastik guna mengelabui penjaga.


Pelarian


Pada malam pelarian, Frank, John, dan Clarence berhasil kabur menggunakan jalur ventilasi udara dan berlayar ke arah Angel Island. 

Allen West, yang bertugas menutupi jejak, tetap di sel dan tidur.


Pencarian dan Penyelidikan


Keesokan paginya, petugas penjara menyadari hilangnya tiga narapidana tersebut. 

Pencarian besar-besaran dilakukan oleh polisi, militer, dan penjaga pantai. 

Dua hari kemudian, sebuah dayung dan dompet ditemukan di dekat Angel Island, dan seminggu kemudian, sobekan jas hujan ditemukan dekat pantai San Francisco. 

Juga ditemukan jaket penyelamat di dekat Pulau Alcatraz, yang menguatkan dugaan bahwa mereka mungkin tenggelam.

Namun, pada 17 Juli 1962, awak kapal Norwegia menemukan jasad yang ternyata bukan salah satu dari tiga pelarian tersebut. 

FBI terus menyelidiki, termasuk investigasi terhadap Allen West yang kooperatif dan tidak mendapatkan hukuman tambahan.


Kesaksian dan Bukti Baru


Ada beberapa kesaksian yang mendukung kemungkinan bahwa ketiga pelarian berhasil selamat. 

Seorang pengacara bernama Eugenia MacGowan mengaku menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai John Anglin, sementara seorang polisi San Francisco, Robert Checchi, melaporkan melihat tiga pria meninggalkan perahu dekat Jembatan Golden Gate pada dini hari tanggal 12 Juni 1962.


Pada tahun 2015, teman keluarga Anglin, Fred Brizzi, mengklaim memiliki foto John dan Clarence di Rio de Janeiro pada tahun 1975. 

Hasil investigasi menunjukkan foto itu asli, namun laporan ini baru muncul dalam sebuah dokumenter di saluran History Channel bertahun-tahun kemudian.


FBI juga mencatat bahwa keluarga Anglin menerima surat dan kartu ucapan dari seseorang yang mengaku sebagai "Jerry" dan "Joe" hingga tahun 1987, yang diyakini oleh keluarga sebagai John dan Clarence yang menyamar.



Penutupan Alcatraz


Penjara Alcatraz resmi ditutup pada 21 Maret 1963 karena biaya operasional yang tinggi dan erosi laut. 

Namun, sebelum penutupan, seorang narapidana bernama John Paul Scott berhasil berenang sejauh 5 kilometer ke Fort Point, namun akhirnya kembali ditangkap karena hipotermia.

Kisah pelarian Alcatraz tetap menjadi misteri yang menarik perhatian banyak orang, dengan berbagai teori dan bukti yang muncul sepanjang dekade. 

Hingga kini, nasib Frank, John, dan Clarence masih menjadi tanda tanya besar dalam sejarah kriminal.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya