24 C
id

Aksi Warga dan Mahasiswa Meulaboh: Tuntut Ganti Rugi dari PT PLN atas Kerusakan Barang Elektronik

PLN Aceh, Listrik Hidup Mati
Warga dan Mahasiswa demo PLN/Foto: RRI


AchehNetwork.com - Sejumlah warga dan mahasiswa menggelar aksi protes di depan kantor PT PLN UP3 Meulaboh, Aceh Barat, dengan membawa barang elektronik rusak sebagai simbol ketidakpuasan mereka terhadap gangguan suplai arus listrik yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera.

Deni, seorang perwakilan warga, menyampaikan bahwa tujuan utama aksi ini adalah untuk mendapatkan kepastian dari pihak PLN terkait kompensasi atas pemadaman listrik yang terjadi. 

"Kita mau dengar apakah akan ada kompensasi dari PLN atas pemadaman ini, sebab ada aturan Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur itu, apakah mau dilaksanakan. Kedua, kami mau minta ganti rugi atas kerusakan barang elektronik," ujar Deni setelah aksi tersebut.

Mahasiswa yang turut serta dalam aksi ini juga menyuarakan keresahan mereka. Dede, perwakilan mahasiswa, menegaskan bahwa masyarakat telah menderita akibat kelalaian PLN dalam menjalankan tugasnya.

 "Jika PLN Meulaboh tidak memperbaiki apa yang dialami masyarakat, maka kami akan hadir dengan massa lebih banyak," ujarnya dengan tegas di depan Manager PT PLN.

Para demonstran juga mendesak Pemerintah Aceh untuk tidak berdiam diri. 

Mereka menuntut solusi konkret, termasuk pembangunan unit pengelola pembagian listrik khusus untuk Aceh.

 "Pemerintah Aceh dan DPRA harus bisa menghadirkan unit pembagi arus listrik, jangan lagi kita bergantung dengan Sumatera Utara. Energi diproduksi di Aceh, tapi untuk dapat energi kita harus beli di Medan, ini tidak adil," tegas Syahbakri, salah satu warga yang ikut berorasi.

Menanggapi aksi tersebut, Manager PT PLN UP3 Meulaboh, Aditya Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya akan menampung semua aspirasi yang disampaikan dan berjanji akan memberikan jawaban pada Senin, 10 Juni 2024.

 "Apa yang disampaikan dalam aksi tadi, ya kita tampung. Nanti akan kami jawab sesuai waktu disepakati," ujarnya.

Aditya juga mengakui adanya masalah kelistrikan yang menyebabkan gangguan distribusi listrik di Aceh dan sebagian wilayah Sumatera, namun ia menambahkan bahwa situasi sudah mulai membaik.

Aksi protes ini menyoroti keprihatinan masyarakat terhadap layanan listrik di Aceh dan menuntut pertanggungjawaban serta solusi dari pihak PLN dan pemerintah setempat.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya