24 C
id

Korban Tewas Akibat Gempa Mematikan di Turkiye 16.000 Jiwa Lebih

Gempa Turkiye
Kondisi bangunan dilihat dari kamera drone setelah gempa (Foto EPA)
ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengatakan dalam pidatonya di Osmaniye, korban dari gempa bumi mematikan di Turkiye bertambah menjadi 16.170 pada hari Kamis. Jumlah yang terluka juga meningkat menjadi 64.194, kata presiden.

Sebelumnya Otoritas Manajemen Bencana dan Gempa Turki (AFAD) melaporkan bahwa lebih dari 1.052 gempa susulan terjadi setelah dua gempa besar sejak Senin.
Melakukan upaya penyelamatan dan bantuan awal pekan ini, Presiden Recep Tayyip Erdoğan mengatakan total 6.444 bangunan hancur akibat gempa bumi yang melanda 10 provinsi, yang berdampak pada 13 juta orang.
Mengunjungi provinsi Hatay pada hari Rabu, yang merupakan salah satu daerah terparah yang dilanda gempa, Erdogan berjanji untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegah penderitaan para korban gempa. 

"Saat ini, 21.200 personel, termasuk tentara, gendarmerie, dan polisi, ikut serta dalam upaya penyelamatan di Hatay," kata presiden. 

Presiden Turki mengatakan setidaknya 60.000 sukarelawan terakreditasi, termasuk dari organisasi nonpemerintah (LSM) dan tim asing, terlibat dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa.

Turkiye telah memobilisasi semua sumber daya untuk upaya pascagempa, kata Erdogan dalam kunjungan sebelumnya ke Kahramanmaraş, menambahkan: "Negara bekerja dengan pemerintah kotamadya, terutama dengan AFAD, dengan segala cara. Menurut AFAD, lebih dari 98.150 personel pencarian dan penyelamatan sedang melakukan operasi di lapangan. 

"Sebagai hasil negosiasi dengan Kementerian Luar Negeri Turki, 5.309 personel yang datang dari negara lain untuk membantu dikirim ke daerah bencana," tambahnya. 
Selain tim penyelamat, selimut, tenda, makanan, dan tim dukungan psikologis juga dikirim ke daerah bencana. Sebanyak 70.818 tenda keluarga telah didirikan untuk menampung para penyintas, tambah AFAD.

Sebanyak 5.514 kendaraan, termasuk ekskavator, traktor, dan buldoser, juga dikirim ke lokasi bencana. 

Dalam konferensi pers, Wakil Presiden Fuat Oktay mengatakan jumlah personel di lapangan, termasuk dari pasukan keamanan, Bulan Sabit Merah Turki (Kızılay) dan LSM lainnya, sukarelawan serta tim dan kementerian kesehatan, sebanyak 103.800. 
Oktay mengatakan tempat penampungan sementara dengan kapasitas hampir 1,2 juta telah didirikan di daerah yang terkena dampak. Mengenai malfungsi terkait energi, Wapres mengatakan pengiriman gas alam ke daerah bencana akan dimulai secara terkendali. Agar operasi pencarian dan penyelamatan dapat dilakukan dengan cepat, Turkiye pada hari Selasa mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan di 10 provinsi, Adana, Adıyaman, Diyarbakir, Gaziantep, Hatay, Kahramanmaraş, Kilis, Malatya, Osmaniye, dan Şanlıurfa.


Source
Dailysabah

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya