24 C
id

SAR Meulaboh dan Tapaktuan Membantu Pencarian Korban Tenggelam di Subulussalam

SAR Meulaboh dan Tapaktuan Membantu Pencarian Korban Tenggelam di Subulussalam
SAR Meulaboh dan Tapaktuan Membantu Pencarian Korban Tenggelam di Subulussalam (Foto: Dok. Humas) 
SUBULUSSALAM - Sembilan personel Search and Rescue (SAR) dari Meulaboh dan Tapaktuan diberangkatkan ke Kota Subulussalam pada Sabtu (2/4/2023) malam untuk membantu pencarian korban tenggelam di Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat.

Informasi ini diperoleh wartawan dari Sada Kata Rescue yang meliput dengan bantuan staf dari Aceh Selatan dan Aceh Barat.

Penampilan itu di bawah komando Helm sebagai pemimpin tim. "Malam ini, bala bantuan dari Meulaboh dan SAR Tapaktuan akan berangkat ke Kota Subulussalam," kata May Fendri, petugas SAR Aceh Selatan.

Tim SAR Aceh Selatan atau Tapaktuan dan Meulaboh membawa peralatan berupa perahu karet dan lainnya. 

Di lapangan, pencarian berlanjut hingga malam hari. Kondisi cuaca di Kota Subulussalam dan sekitarnya saat ini sedang hujan.

“Direktur Kampung Suka Maju Anang Munthe menegaskan pencarian akan dilanjutkan malam ini, menunggu bantuan tim SAR,” kata tokoh masyarakat Sultan Daulat Andong Maha.

Andong juga menjelaskan, masyarakat kini terus melakukan pencarian dengan perahu, meski ketinggian air sudah naik sejak sore tadi.

Sebelumnya juga diberitakan, Pemkot bersama Pencarian dan Pertolongan Kota Subulussalam (SAR) melanjutkan pencarian pemuda yang dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Souraya di Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat. . dulu , Sabtu (2 April 2023). 

Pencarian dilakukan di sekitar Sungai Souraya dan sebagian menggunakan kapal motor selam yang sering disebut robin oleh warga setempat.

Namun hingga malam ini, petugas SAR dan Pusdalops memastikan belum menemukan korban. “Malam ini pencarian terus dilakukan namun belum ditemukan,” kata Charles Munthe, petugas BPBD Pusdalops Kota Subulussalam.

Suandre Solin juga mengatakan secara terpisah bahwa proses pencarian sungai Souraya sedang berlangsung.

Diduga hanyut terbawa arus sungai Souraya, para pemuda itu meninggalkan beberapa jejak, yakni ember berisi sabun dan handuk.

Tim SAR dan Pusdalops Subulussalam mengimbau masyarakat di bantaran Sungai Souraya di kawasan Rundeng untuk turut mengawasi dan melaporkan jika melihat sosok tersebut hanyut. Seorang pemuda bernama Misbahuddin alias Dikna, 22 tahun, dilaporkan hilang pada Sabtu (2/4/2023) di Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, saat sedang mandi di Sungai Souraya.

Berita hilangnya Misbahuddin dilaporkan oleh relawan Pusdalops dan Sada Kata Rescue Kota Subulussalam.

Menurut laporan, Misbahuddin meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB saat mandi di Sungai Souraya yang terbentang antara desa Suka Maju dan Sigrun.  

Keluarga mengatakan mereka tersesat karena yang mereka temukan hanyalah seember sabun di tepi sungai. Misbahuddin dikabarkan tenggelam dan terbawa arus Sungai Souraya saat mandi sore.

Dikonfirmasi Serambinewa.com, Sekretaris Desa Suka Maju Kecamatan Sultan Daulat Jarwansyah Rojer membenarkan salah satu warganya hilang dan diduga hanyut terbawa aliran Sungai Souraya.

Ilham, orang tua Misbahuddin, menyatakan anaknya hilang saat mandi di Sungai Souraya. Informasi ini dibenarkan oleh pengakuan beberapa warga sekitar. Berdasarkan informasi yang diterima dari warga dan keluarga, Misbahuddin mengalami kejang yang secara resmi dikenal dengan sebutan kejang. 

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya