24 C
id

Balai Bahasa Provinsi Aceh: Pelestarian Bahasa Gayo Melalui Ekstrakurikuler

Balai Bahasa Provinsi Aceh: Pelestarian Bahasa Gayo Melalui Ekstrakurikuler
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Hafidz Muksin saat diwawancarai wartawan di Banda Aceh. (Foto: AJNN)
BANDA ACEH - Balai Bahasa Provinsi Aceh akan melakukan upaya pelestarian bahasa Gayo dengan cara melakukan kegiatan pelatihan kepada guru dan ekstrakulikuler perlombaan yang sesuai dengan minat anak. Kegiatan pelatihan tersebut meliputi menulis cerpen, pidato bahasa daerah, stand up comedy, mendongeng, tembang dan menyanyi bahasa daerah. Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Hafidz Muksin mengatakan bahwa revitalisasi bahasa daerah, khususnya bahasa Gayo, menjadi target utama untuk mewujudkan pelestariannya.

Pihaknya berencana untuk memiliki modul atau model sebagai acuan untuk mewujudkan revitalisasi bahasa daerah. Pelatihan akan diberikan kepada guru master yang nantinya akan menguasai bagaimana tahapan-tahapan yang akan diimbaskan pada anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tiga kabupaten, yakni Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Tujuannya adalah untuk menghindari pengimbasan bahasa daerah secara masif pada jenjang SD dan SMP agar bahasa Gayo tetap lestari.

Pengimbasan tersebut bukan melalui pembelajaran formal, melainkan melalui ekstrakulikuler dengan tahapan lomba yang sesuai dengan minat dari anak. Anak-anak diberikan kebebasan untuk memilih ekstrakulikuler yang disukai dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Supaya revitalisasi menjadi kegembiraan bagi anak, maka akan dilakukan tahap akhir yakni Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sebagai perwujudan selebrasi ketercapaian anak-anak dalam mengimplementasikan bahasa daerah. Mereka nantinya akan berjenjang tingkat sekolah, kecamatan, dan kabupaten. Kita lihat dari 3 kabupaten yang terbaik dan dari hasil para peserta akan ikut lomba tunas bahasa ibu tingkat nasional di Jakarta.

Selain Aceh, terdapat 22 provinsi di Indonesia yang saat ini juga melaksanakan kegiatan revitalisasi bahasa daerah untuk pelestariannya. Vitalitas bahasa daerah tidak hanya dilakukan di daerah yang terancam punah, namun kondisi aman tetap dilestarikan karena dari grafik capaian. Saat ini, bahasa daerah alami kemunduran dan terancam punah, termasuk Jawa Tengah, Sunda dan Bali. Oleh karena itu, upaya pelestarian bahasa daerah harus terus dilakukan agar tidak terjadi kepunahan bahasa daerah di Indonesia.

Dalam upaya pelestarian bahasa daerah, kita semua dapat berperan aktif untuk mempertahankan dan memperkaya keanekaragaman bahasa dan budaya Indonesia. Semua elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, perguruan tinggi, hingga lembaga pemerintah dan non-pemerintah harus saling bekerja sama untuk melestarikan bahasa daerah. Semoga upaya pelestarian bahasa daerah di Aceh dan seluruh Indonesia dapat memberikan dampak positif bagi generasi muda dalam mempertahankan keberagaman budaya di Indonesia. Sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman bahasa dan budaya, pelestarian bahasa daerah dapat membantu memperkuat identitas bangsa dan memperkaya pengalaman hidup individu.

Namun, upaya pelestarian bahasa daerah bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Selain faktor globalisasi yang semakin memudahkan akses terhadap bahasa-bahasa asing, terdapat juga masalah kebijakan yang belum sepenuhnya memperhatikan pentingnya pelestarian bahasa daerah di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dari semua pihak untuk memperjuangkan keberlangsungan bahasa daerah di Indonesia.

Selain itu, upaya pelestarian bahasa daerah juga harus terus disesuaikan dengan kondisi zaman. Saat ini, teknologi informasi memungkinkan adanya akses dan penggunaan bahasa-bahasa asing dengan mudah. Oleh karena itu, perlu adanya kreativitas dalam mempromosikan keberadaan dan kegunaan bahasa daerah dalam era digital ini. Misalnya, dengan memanfaatkan platform digital untuk mempopulerkan bahasa daerah dan memperkenalkan kekayaan budaya yang terkandung di dalamnya.

Dengan adanya upaya pelestarian bahasa daerah yang berkelanjutan, diharapkan keberagaman bahasa dan budaya di Indonesia dapat tetap terjaga dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Selain itu, generasi muda juga diharapkan dapat semakin menghargai dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas bangsa yang unik dan berharga.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya