24 C
id

Banjir Bandang di Lahat, Sumsel: 16 Kecamatan Tergenang, Berikut Daftar Kecamatan Yang Kena Dampak

Banjir Bandang di Lahat, Sumsel: 16 Kecamatan Tergenang, Berikut Daftar Kecamatan Yang Kena Dampak
Petugas sedang menyelamatkan warga dari banjir bandang. (Foto: tribunsumsel)
LAHAT - Pada Kamis, 9 Maret 2023, banjir bandang melanda Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan dan menggenangi 16 kecamatan. Banjir tersebut merendam puluhan desa dan menyebabkan seorang bocah laki-laki berinisial GD (11), warga Bandar Agung, Lahat, meninggal dunia setelah terseret arus. Tim Basarnas menemukan jasadnya pada pukul 12.00 WIB.

Korban lainnya adalah seorang warga yang dilaporkan hilang akibat banjir dan belum ditemukan hingga Jumat pagi, 10 Maret 2023. Terdapat juga laporan bahwa 26 rumah warga di Desa Gunung Agung hanyut tersapu banjir bandang.

16 kecamatan yang terdampak banjir bandang di Lahat antara lain:

1. Kecamatan Lahat

50 rumah warga di Kelurahan Kota Jaya, satu rumah atas nama Suandi hanyut terseret, desa Ulak Lebar menenggelamkan sawah warga di tepian sungai, dan desa Padang Lengkuas ada dua unit rumah terendam air.

2. Kecamatan Lahat Selatan

desa Karang Anyar terdampak banjir yang menghanyutkan fasilitas wisata cage resto Demang Kenasin, desa Tanjung Payang tergenang air di tepian Ayek Lematang Bawah Jembatan Benteng, dan desa Tanjung Tebat terdampak banjir yang merendam rumah warga dan satu unit rumah warga hanyut.

3. Kecamatan Pulau Pinang

desa Tanjung Sirih terendam air dan sawah warga merendam, desa Lubuk Sepang terdampak banjir yang menghanyutkan lima unit rumah, merendam 150 warga, merendam gedung Sekolah Dasar Negeri 2 Lahat, Masjid At Taqwa, dan sawah milik warga sehingga gagal panen.

4. Kecamatan Mulak Sebingkai

desa Keban Agung terdampak banjir dan mengakibatkan 12 rumah rusak berat, kantor desa dan 12 rumah rusak ringan.

5. Kecamatan Jarai

desa Nanti Giri terdampak banjir dengan air yang masuk ke 157 rumah warga dan merendam lahan sawah seluas 30 hektar yang terdiri dari tanaman padi, sayur, dan kopi. Desa Pelajaran terdampak banjir yang merendam 197 rumah dengan ketinggian 70 cm dan merendam lahan pertanian tanaman padi, sayuran, dan kopi seluas kurang lebih 40 hektar.

6. Kecamatan Kikim Tengah

desa Tanjung Aur terdampak banjir dengan air masuk ke rumah warga sekitar 50 cm dan menghanyutkan lahan pertanian dan sawah di dekat aliran sungai lingsing. Desa Maspura terdampak banjir yang merusak perkebunan milik warga. Desa Sukaraja perkebunan milik warga rusak.

Desa Muara Lingsing, banjir merusak perkebunan milik warga.

Desa Kepala Siring, yang mengakibatkan akses jalan desa dari Kepala Siring menuju jalan poros Desa Muara Lingsing tidak bisa dilewati, dan terputusnya jembatan Sungai Melanggah Besar sebagai jalur alternatif.

7. Kecamatan Kikim Selatan

Desa Banu Ayu, banjir menggenangi jalan Desa Banu Ayu sepanjang 150 meter dengan ketinggian air 1,5 meter dan kurang lebih 20 rumah warga tergenang air setinggi satu meter.

Desa Tanjung Alam, banjir menggenangi sawah warga seluas 2 hektar yang terendam air.

Desa Pagar Jati, banjir menggenangi sawah warga seluas 2 hektar yang terendam air.

Desa Sirah Pulau, banjir menggenangi kebun cabe seluas 2 hektar.

7. Kecamatan Pajar Bulan

Desa Ulak Bandung, akibat banjir merusak kurang lebih 4 hektar tanaman jagung warga.

9. Kecamatan Merapi Barat

Banjir terjadi di beberapa desa di Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Desa Sukacinta adalah salah satu desa yang terdampak, dengan 54 rumah warga terendam air. Selain itu, Desa Kebur juga terdampak banjir, dengan 10 rumah warga terendam. Di Desa Negri Agung, banjir merendam kebun warga.

10. Kecamatan Merapi Timur

Di Kecamatan Merapi Timur, banjir merendam beberapa desa. Di Desa Prabumenang, dua rumah warga terendam. Di Desa Gunung Kembang, tiga rumah warga terendam. Di Desa Sirah Pulau, 10 rumah warga terendam.

11. Kecamatan Kikim Timur

Desa Gunung Kembang di Kecamatan Kikim Timur juga terdampak banjir, dengan jalan dan 10 unit rumah terendam.

12. Kecamatan Tanjung Tebat

Di Kecamatan Tanjung Tebat, banjir menggenangi sepanjang 500 meter jalan di Desa Tanjung Menang dengan ketinggian 50-70 cm dan menggenangi sawah seluas kurang lebih 4 hektar. Pagar SDN 5 Tanjung Tebat di Desa Tanjung Menang juga roboh sepanjang 20 meter akibat tergerus air hujan.

13. Kecamatan Pseksu

Desa Talang Tinggi di Kecamatan Pseksu juga terdampak banjir, dengan 6 rumah dan 1 kantor desa terendam.

14. Kecamatah Gumay Ulu

Di Kecamatan Gumay Ulu, terjadi longsor yang menutup akses jalan umum yang merupakan penghubung antara Desa Padang Gumay dan Desa Tanjung Aur. Material longsor berupa tanah, pohon, dan batu-batu menutup seluruh badan jalan.

15. Kecamatan Mulak Ulu

Banjir juga terjadi di Kecamatan Mulak Ulu, dengan Desa Lesung Batu dan Desa Geramat yang terdampak. Banjir menyebabkan jalan tertimbun tanah dan pohon tumbang sehingga akses jalan putus total. Selain itu, ada tiang listrik yang roboh.

16. Kecamatan Tanjung Tebat

Di Kecamatan Tanjung Tebat, terjadi longsor di Desa Talang Jawa yang menimbun sebagian jalan. Tiang telepon dan tiang listrik yang ada di pinggir jalan hampir roboh.

Hingga saat ini, penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Lahat masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan Basarnas. Pemerintah setempat juga telah menetapkan status siaga darurat bencana selama 14 hari ke depan. Tim pemantauan dan penanganan bencana juga terus melakukan pemantauan terhadap situasi dan kondisi di daerah terdampak banjir bandang di Lahat.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menyatakan bahwa banjir telah melanda beberapa wilayah di daerah tersebut. Pasar Bawah Lahat menjadi salah satu wilayah yang terdampak dengan 120 kepala keluarga dan 81 rumah tergenang air.

Selain itu, Pulau Pinang Desa, Lubuk Sepang juga terkena dampak banjir dengan dua rumah hanyut, 3 rumah rusak, dan 89 rumah rusak ringan. Di Jarai Desa Nanti Giri, terdapat 98 rumah yang rusak dan 122 rumah mengalami kerusakan ringan.

Namun, wilayah yang paling parah terdampak banjir terjadi di Mulak Sebingkai, Desa Keban Agung. Sebanyak 26 rumah hanyut dan 16 rumah mengalami kerusakan berat di daerah tersebut. Sementara itu, satu orang dilaporkan hanyut dan masih dalam pencarian di Desa Merapi Barat.

Situasi banjir di wilayah ini memang sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, perlu adanya koordinasi antara pihak berwenang dan masyarakat setempat untuk mengatasi dampak banjir ini. Kita juga perlu lebih memperhatikan pencegahan banjir di masa yang akan datang agar tidak terjadi lagi bencana yang merugikan masyarakat.

Warga Mengungsi

Informasi terbaru menunjukkan bahwa banyak warga yang mengungsikan anggota keluarga mereka ke lokasi yang aman karena dampak banjir. Khususnya anak-anak dan perempuan menjadi prioritas untuk dievakuasi. Namun, ada beberapa suami yang tetap memilih untuk bertahan di rumah untuk menjaga perabotan di dalam rumah, seperti yang dilakukan oleh Jumari, warga Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumsel.

Meskipun rumahnya terendam air hingga satu meter, Jumari memutuskan untuk tetap bertahan di rumah untuk menjaga perabotan isinya. "Anak dan istri saya dievakuasi, saya tetap di rumah," kata Jumari. Air Sungai Lematang menggenangi rumahnya hingga satu meter dan terus meningkat sejak sore tadi. Jumari tak menyangka bahwa air Lematang meluap hingga mencapai rumahnya. Terakhir kali peristiwa seperti ini terjadi sekitar dua tahun yang lalu dan genangan air tidak jauh beda dengan kondisi saat ini.

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya