24 C
id

Begini Tanggapan Menko PMK Ketika Diminta Dukungan Pendirian Fakultas Unmuslim Bireuen

Begini Tanggapan Menko PMK Ketika Diminta Dukungan Pendirian Fakultas Unmuslim Bireuen
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP (Foto: Humas Kemenko PMK)
BIREUEN - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, melakukan kunjungan kerja ke Bireuen pada Jumat (3/3/2023).

Salah satu agenda Menko PMK, Muhadjir Effendy di Bireuen adalah mengikuti pertemuan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat setempat di Pendopo Bupati Bireuen pada Jumat (3/3/2023) malam.

Dalam pertemuan tersebut, Pelaksana Tugas (Pj) Bupati Bireuen, Aulia Sofyan PhD, meminta dukungan dari Menko PMK, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP.

Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan, mengharapkan dukungan Menko dalam beberapa program dan usulan yang telah dilakukan selama ini.

Hal ini disebabkan karena Menko PMK, Muhadjir, memiliki posisi strategis yang memimpin tujuh kementerian dan beberapa lembaga negara, salah satunya Kementerian Kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut, Pj Bupati Bireuen menyampaikan bahwa salah satu program yang sangat diharapkan mendapat dukungan dari Menko PMK adalah Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan Bireuen yang merupakan salah satu universitas terbesar di Aceh untuk mendapatkan izin pendirian Fakultas Kedokteran.

"Kami sedang mengajukan permohonan untuk mendapat izin pendirian fakultas kedokteran di Umuslim, sudah masuk kepada Menteri, lagi proses penilaian," kata Pj Bupati Bireuen.

Selain itu, Pj Bupati Bireuen juga meminta dukungan dari Menko PMK untuk beberapa universitas lain yang sangat berkembang di Bireuen karena salah satu tugas PMK adalah membangun karakter.

Pj Bupati Bireuen juga menyampaikan terkait penanganan kemiskinan ekstrem yang telah dilakukan Pemkab Bireuen. Pada tahun 2023, akan dibangun ratusan unit rumah layak huni, sehingga Pj Bupati Bireuen juga berharap dukungan Menko PMK.

Terkait penanggulangan stunting di Bireuen, Pj Bupati Bireuen menyampaikan bahwa progres yang telah dilakukan mendapat apresiasi. Namun, masih diperlukan kerja keras dan kerja sama lintas sektor untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan.

"Pak Menko PMK sudah mengarahkan kami, dinas kesehatan, direktur rumah sakit, dan berbagai stakeholder untuk segera mengajukan dan berkoordinasi dengan Menko dan kementerian terkait. Alhamdulillah ini angin segar buat kita dan dengan beberapa stakeholder Provinsi maupun Bireuen segera bergerak," ujar Pj Bupati Bireuen.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhajir Effendy, MAP, dalam pidatonya, mengungkapkan harapannya agar artefak dan situs sejarah di Pendopo Bireuen tetap terjaga dan dilestarikan karena memiliki nilai sejarah yang tidak ternilai. Menurutnya, pelestarian artefak dan situs sejarah adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan budaya yang penting bagi bangsa Indonesia.

Menurut Muhadjir, perlu adanya upaya bersama dari berbagai sektor untuk mencegah stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama untuk mengatasi masalah stunting.

Selain itu, Muhadjir juga menyoroti pentingnya pendidikan dan budaya dalam pembangunan manusia. Dia menekankan bahwa pendidikan dan budaya merupakan fondasi utama untuk membangun karakter bangsa yang kuat dan berkualitas.

Pertemuan silaturahmi antara Menko PMK dan Pemkab Bireuen tersebut diharapkan dapat menghasilkan kerja sama yang baik dalam mewujudkan program-program pembangunan manusia dan kebudayaan di daerah tersebut. Semoga kunjungan Menko PMK dapat memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat Bireuen dan Indonesia secara keseluruhan.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya