24 C
id

IMPAS Gelar Aksi Tutup Mulut untuk Mosi Tidak Percaya Terhadap Pj. Gubernur Aceh

Mahasiswa IMPAS Gelar Aksi Tutup Mulut di Banda Aceh untuk Mosi Tidak Percaya Terhadap Pj. Gubernur Aceh
Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh-Jakarta Periode 2022-2024, menggelar aksi tutup mulut di Bundaran Simpang Lima Kota Banda Aceh. (Foto: Ist)
BANDA ACEH - Ikatan Mahasiswa Pascasarjana (IMPAS) Aceh-Jakarta Periode 2022-2024, menggelar aksi tutup mulut di Bundaran Simpang Lima Kota Banda Aceh, pada hari Rabu, 15 Maret 2023. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dari generasi muda terpelajar Aceh terhadap kinerja Pj. Gubernur Aceh, Achmad Marzuki.

Sehari sebelumnya, IMPAS telah menyerahkan surat aspirasi masyarakat kepada Ketua DPRA Aceh sebagai bentuk penegasan bahwa aksi ini dilakukan atas dasar kekecewaan terhadap kinerja Pj. Gubernur Aceh. Ketua IMPAS, Nazarullah SE, menjelaskan kepada media bahwa aksi tersebut dilakukan karena Pj. Gubernur Aceh saat ini dinilai telah gagal memimpin Aceh pasca dilantik pada 6 Juli 2022 lalu di Banda Aceh.

Menurut Nazarullah, aksi protes ini merupakan bentuk kritik terhadap ketidakjelasan kinerja Pj. Gubernur Aceh dalam menyelesaikan berbagai permasalahan Aceh. Terlebih lagi, saat ini sudah mendekati momentum tahun politik, sehingga evaluasi terhadap kinerja Pj. Gubernur Aceh perlu segera dilakukan.

IMPAS menyerukan agar Presiden dan Mendagri segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Pj. Gubernur Aceh saat ini. Selain itu, pihaknya juga menyerukan agar DPRA Aceh berani bersikap dan menyuarakan hal ini kepada Kemendagri di Jakarta. Hal ini dilakukan karena secara kelembagaan, terdapat penilaian lemah terhadap kinerja Pj. Gubernur Aceh, seperti yang pernah disampaikan oleh salah satu pimpinan DPRA beberapa waktu lalu.

IMPAS juga meminta agar DPRA dan FORBES Aceh (Anggota DPR-RI Asal Aceh) benar-benar bersikap tegas dalam pengawalan kinerja Pj. Gubernur Aceh agar tidak "masuk angin". DPRA dan FORBES Aceh telah memiliki catatan-catatan penilaian terhadap kinerja Pj. Gubernur Aceh, yang sering kali diungkapkan melalui beberapa media dan termasuk dalam kategori nilai merah. Oleh karena itu, evaluasi terhadap kinerja Pj. Gubernur Aceh perlu dilakukan secara kelembagaan.

Aksi protes yang dilakukan oleh IMPAS ditandai dengan pembentangan spanduk bertuliskan "Selamatkan Aceh, Mosi Tidak Percaya Terhadap Pj. Gubernur Aceh" yang dilengkapi dengan foto simbol Pj. Gubernur Aceh, DPRA, FORBES Aceh, dan Sekda Aceh. Melalui aksi ini, IMPAS berharap perhatian dari pihak yang berwenang untuk segera mengevaluasi kinerja Pj. Gubernur Aceh dan memperbaiki situasi Aceh untuk mencapai keberhasilan di masa depan.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya