24 C
id

JK Mengaku Telah Menyodorkan Nama Cawapres untuk Mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024

JK Mengaku Telah Menyodorkan Nama Cawapres untuk Mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. (Foto: tangkapan layar)
JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa ia telah menyodorkan nama calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024. Namun, ia menyatakan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Anies Baswedan sendiri. "Adalah (yang diusulkan) pasti, tergantung Pak Anies saja," ujarnya selepas menghadiri acara buka puasa bersama di NasDem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Sabtu (25/3/2023).

Meski begitu, Jusuf Kalla, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi SBY pada 2004-2009 dan Jokowi pada 2014-2029, mengaku tidak mengetahui siapa tokoh yang akan dipilih Anies Baswedan sebagai cawapres. Menurutnya, hal itu tidak menjadi ranahnya karena ia tidak terlibat dalam tim kecil.

Namun, ia menegaskan bahwa cawapres yang akan mendampingi Anies Baswedan harus mampu meningkatkan suara untuk kemenangan Anies Baswedan di Pilpres 2024. "Cocoknya calon menambah suara dan bekerja sama nanti kalau menang," katanya.

Sebagai informasi, Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), yang terdiri dari NasDem, Demokrat, dan PKS, sudah ditandatangani piagam koalisi. Perwakilan Anies di tim kecil rencana Koalisi Perubahan, Sudirman Said, mengatakan bahwa dengan penandatanganan piagam koalisi tersebut, ketiga partai tersebut telah memutuskan untuk mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024.

"Sudah ditandatangani piagam Koalisi Perubahan. Intinya dengan piagam tersebut maka secara formal, kolektif, ketiga partai telah memutuskan secara pasti mengusung Bapak Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024," ujarnya saat jumpa pers di Sekretariat Perubahan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/3/2023).

Sudirman menambahkan bahwa piagam Koalisi Perubahan tersebut telah ditandatangani oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu. "Piagam ini berturut-turut sudah ditandatangani Paloh, AHY, dan dilengkapi oleh pimpinan PKS Ahmad Syaikhu," jelasnya.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya