24 C
id

Jokowi Bantah Isu Perjodohan Politik dalam Pertemuan Prabowo dan Ganjar di Acara Panen Raya di Kebumen

 

Jokowi Bantah Isu Perjodohan Politik dalam Pertemuan Prabowo dan Ganjar di Acara Panen Raya di Kebumen
Presiden Jokowi bersama Prabowo dan Ganjar di acara panen raya di Kebumen. (Foto: detikcom)
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penjelasan terkait isu perjodohan politik yang muncul setelah pertemuan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sebuah acara panen raya di Kebumen. Jokowi menegaskan bahwa pertemuan tersebut hanya untuk kegiatan panen raya di sawah, dan tidak ada maksud politik di dalamnya.

Jokowi mengatakan bahwa dia mengajak Prabowo untuk panen raya karena menteri tersebut memiliki agenda ke Magelang pada siang hari. Pada pagi harinya, Jokowi mengajak Prabowo ke sawah bersama-sama dengan Ganjar. "Kebetulan Pak Prabowo mau ke Magelang, saya ajak bareng. Turun di Kulonprogo. Karena pertemuan Pak Prabowonya siang, 'udah, ke sawah dulu kita panen raya'. Panen raya ada saya, ada Pak Ganjar, ada Pak Prabowo. Sudah," ujar Jokowi.

Ketika ditanya tentang kandidat ideal untuk menjadi presiden, Jokowi menjawab bahwa semuanya memiliki potensi untuk menjadi kandidat yang ideal. Prabowo sendiri merupakan calon presiden hasil keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Gerindra, sementara Ganjar Pranowo merupakan salah satu dari tiga kandidat terkuat dalam survei-survei Pilpres 2024 dan merupakan kader PDIP.

Meski demikian, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa Prabowo tidak mungkin menjadi calon wakil presiden Ganjar. Hashim mengungkapkan bahwa Prabowo jauh lebih senior dan memiliki pengalaman yang berbeda dengan Ganjar. Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa calon presiden pada Pilpres 2024 harus berasal dari kader PDIP, sesuai dengan mandat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya