24 C
id

Nek Juriah, Seorang Lansia yang Tinggal di Gubuk Reot yang Sangat Memerlukan Bantuan Pemerintah

Nek Juriah, Seorang Lansia yang Tinggal di Gubuk Reot yang Sangat Memerlukan Bantuan Pemerintah
Gubuk Nek Juriah di Gampong Tangkueng, Kecamatan Sakti, Pidie (Foto: aceh.tribunnews)
SIGLI - Rumah yang ditempati oleh Nek Juriah, seorang warga Gampong Tangkueng, Kecamatan Sakti, Pidie, pada Sabtu (4/3/2023) sangatlah memprihatinkan. Rumah yang ditopang oleh empat tiang dengan ukuran 4x3 meter tersebut dapat dianggap sebagai gubuk reot.

Rumah tersebut sangatlah kumuh, dengan dinding yang terbuat dari papan yang sudah lapuk dan atap rumbia yang bolong-bolong. Bahkan, sebagian atap rumbia tersebut telah rusak dan diperbaiki dengan menggunakan plastik dan kertas.

Nek Juriah telah lama hidup sendirian di dalam gubuk reot tersebut. "Saat musim hujan, saya merasa panik karena saya harus mencari tempat yang aman untuk berteduh karena air akan masuk melalui atap yang bocor," ujarnya kepada Serambinews.com pada Sabtu (4/3/2023).

Ia mengatakan bahwa gubuk reot miliknya sudah tidak layak lagi untuk dihuni, karena atap dan lantai rumah yang terbuat dari kayu sudah mulai lapuk. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada dirinya yang sudah lanjut usia.

"Bantuan bansos ada dari Kementrian Sosial untuk lansia," ujarnya.

Anggota DPRK Pidie, Tgk Muhammad Nur, seperti yang dikutip dari Serambinews.com pada Sabtu (4/3/2023) bahwa Dinas Perkim Pidie harus memprioritaskan pembangunan satu unit rumah yang layak huni baik melalui DOKA maupun DAU pada tahun 2023 untuk Nek Juriah.

Hal tersebut karena pada tahun ini, Perkim Pidie membangun 57 unit rumah untuk duafa.

Selain itu, Ketua PNA Pidie, Dinas Sosial Pidie juga harus memberikan bantuan dalam bentuk rehab atau pembangunan rumah yang layak huni.

"Tidak perlu menunggu proposal, karena Nek Juriah tidak mampu membuat proposal," kata Tgk M Nur saat menemui Nek Juriah pada Sabtu (4/3/2023).[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya