24 C
id

Petani di Pidie Keluhkan Harga Padi yang Terus Menurun saat Musim Panen

 

Petani di Pidie Keluhkan Harga Padi yang Terus Menurun saat Musim Panen
Petani di Gampong Seureukui Cebrek, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie (Foto: aceh.tribunnews)
SIGLI - Pada hari Sabtu, 4 Maret 2023, petani di Gampong Seureukui Cebrek, Kemukiman Riwat, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie, melakukan panen padi perdana. Awalnya, petani tersebut merasa senang karena harga padi mencapai Rp 6.200 per kilogram (kg) dan berharap harga tersebut bisa bertahan. Namun, harga gabah tersebut terus menurun seiring berjalannya waktu.

Harga padi awalnya turun sebesar Rp 400 per kg, kemudian turun lagi menjadi Rp 700 per kg hingga Rp 800 per kg. "Kami pikir panen perdana kami di Kecamatan Glumpang Baro, harga padi bisa bertahan di Rp 5.800 dari 6.200 per kg, tapi terus turun," kata Usman dan Abdul Wahab, petani Gampong Seureukui, Kecamatan Glumpang Baro kepada Serambinews.com pada hari Sabtu, 4 Maret 2023.

Saat ini, harga padi dijual hanya Rp 5.200 per kg. Petani sangat mengeluhkan dengan harga padi yang terus menurun saat tiba musim panen. Menurut mereka, pemerintah seharusnya hadir saat petani memanen padi untuk menjaga harga tidak terus menurun. Hal ini karena harga tersebut belum berpihak kepada petani. "Kita tidak tahu, kok harga padi terus terjun harganya. Kalau hasil panen kali ini sangat bagus," ujarnya.

Aisyah, petani lainnya di Gampong Seureukui Cebrek kepada Serambinews.com pada hari Sabtu, 4 Maret 2023, mengungkapkan bahwa ada petani di sana yang sempat menjual padi seharga Rp 5.800 hingga Rp 5.500 per kg. Namun, sekarang harga padi malah turun menjadi Rp 5.200 per kg. "Harga padi akan turun lagi, apalagi kalau sudah panen raya, harga semakin murah,” beber dia. “Kalau harga tidak dikawal pemerintah, maka petani sulit bisa bangkit," pungkasnya.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya