24 C
id

PYM Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al-Haytar Mengukuhkan Pengurus MAA Perwakilan Jakarta

PYM Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al-Haytar Mengukuhkan Pengurus MAA Perwakilan Jakarta
Pada Sabtu malam, 18 Maret 2023, Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Jakarta mengukuhkan dewan pengurus mereka di Lantai 4 Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.(Foto: via aceh.tribunnews)
ACHEHNETWORK.COM - Pada Sabtu malam, 18 Maret 2023, Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Jakarta mengukuhkan dewan pengurus mereka di Lantai 4 Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pengukuhan ini dilakukan oleh PYM Malik Mahmud Al-Haytar, yang merupakan Wali Nanggroe Aceh.

Dewan pengurus MAA Perwakilan Jakarta terdiri dari beberapa tokoh Aceh di Jakarta, seperti mantan Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr Drs Safrizal ZA, MSi, Mantan Pj Gubernur Aceh, Dr Ir Tarmizi Abdul Karim, MSc, dan beberapa tokoh lainnya.

Pada acara tersebut, Sekretaris MAA Perwakilan Jakarta, Banta Umar B Alwy, membacakan Surat Keputusan (SK) Ketua MAA Nomor 812.29/66/2023 tentang Pembentukan Majelis Pemangku Adat dan Dewan Pengurus MAA Perwakilan Provinsi DKI Jakarta. Setelah pembacaan SK selesai, PYM Wali Nanggroe melakukan pengukuhan dewan pengurus dengan menyematkan pin MAA secara simbolis kepada Ketua MAA Perwakilan Jakarta, Dr Ir Surya Darma, MBA.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Wali Nanggroe juga melakukan peusijuk kepada Ketua MAA Perwakilan Jakarta. Hal ini dilakukan bersama dengan tokoh Aceh di Jakarta, Mustafa Abu Bakar dan DR Tgk H Rusli Hasbi sebagai perwakilan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Pengukuhan dewan pengurus MAA Perwakilan Jakarta ini menjadi suatu tindakan penting untuk memperkuat keberadaan adat Aceh di Jakarta. Dewan pengurus yang terbentuk terdiri dari tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman dan kapabilitas yang tinggi di bidang pemerintahan dan kehidupan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa adat Aceh di Jakarta memiliki peran yang penting dan diakui oleh masyarakat Aceh maupun Indonesia pada umumnya.

Selain itu, pengukuhan ini juga menunjukkan bahwa adat Aceh masih relevan dan perlu dijaga keberadaannya di tengah-tengah masyarakat Aceh maupun di luar Aceh. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, maka adat Aceh dapat terus dipelihara dan diperkuat, sehingga tetap eksis dan tidak hilang di tengah-tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Sebagai salah satu identitas kebangsaan Indonesia, adat Aceh juga dapat menjadi salah satu elemen penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan memperkuat keberadaan adat Aceh, maka dapat membantu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan juga meningkatkan rasa kebanggaan terhadap budaya dan identitas bangsa.

Pengukuhan dewan pengurus MAA Perwakilan Jakarta ini juga dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Aceh di Jakarta. Dewan pengurus yang terbentuk dapat menjadi wadah bagi masyarakat Aceh untuk berkumpul dan mempererat hubungan antar sesama masyarakat Aceh di Jakarta. Selain itu, melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh dewan pengurus, maka masyarakat Aceh di Jakarta dapat tetap mempertahankan adat dan budaya Aceh serta memperkenalkannya kepada masyarakat di luar Aceh.

Tentunya, peran dari Wali Nanggroe dan tokoh-tokoh Aceh di Jakarta juga sangat penting dalam memperkuat keberadaan adat Aceh di Jakarta. Melalui dukungan dan bimbingan dari mereka, maka dewan pengurus MAA Perwakilan Jakarta dapat terus bergerak maju dan memperkuat keberadaan adat Aceh di Jakarta.

Pengukuhan dewan pengurus MAA Perwakilan Jakarta ini juga menjadi contoh bagi masyarakat Aceh di daerah lain untuk membentuk dewan pengurus yang serupa. Dengan demikian, maka keberadaan adat Aceh dapat terus diperkuat di seluruh wilayah Aceh dan di luar Aceh.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya