24 C
id

Tim Labfor SUMUT Akan Melakukan Olah TKP Pasca Bom Molotov Di Waduk Pusong Lhokseumawe

Tim Labfor SUMUT Akan Melakukan Olah TKP
Petugas mengecek TKP lokasi kebakaran di kawasan Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe
(Foto Dok. Polsek Banda Sakti)
LHOKSEUMAWE - Pada Kamis (2/3/2023) besok, Tim Labfor Polda Sumut akan melakukan olah TKP pasca terbakarnya dua lapak pedagang di Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Kedatangan tim tersebut untuk mencari alat bukti guna proses pemeriksaan pasca dugaan bom molotov.

Menurut Kasat Reskrim, AKP Zeska Julian Taruna Wijaya, pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan dari tim Labfor Polda Sumut. "Besok dari tim kita akan mendampingi tim Labfor Polda Sumut untuk turun ke lokasi kejadian dugaan bom molotov di Waduk Pusong," jelas AKP Zeska.

Tim Laboratorium Forensik datang untuk mengidentifikasi lokasi kejadian untuk memastikan apakah benar kebakaran tersebut terbakar atau dibakar menggunakan bom molotov. Sejauh ini, belum diketahui motif terkait kasus tersebut dan masih menunggu hasil Laboratorium Forensik yang akan digelar Kamis besok.

Sebelumnya, dua unit lapak dagangan milik warga di kawasan Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe diduga dibakar dengan menggunakan bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK). Hasil pengamatan di lokasi kebakaran, terlihat serpihan kaca botol dan minyak yang diduga bom molotov bertebaran di beberapa lokasi kejadian.

Kapolsek Banda Sakti, Iptu Faisal, membenarkan kejadian pembakaran dua unit lapak pedagang di Waduk Pusong. Barang bukti berupa pecahan kaca botol sirup yang diduga digunakan sebagai bom molotov telah diamankan. Menurut keterangan dari saksi melihat kios sudah terbakar Jumat (24/2/2023) sekitar pukul 05.20 WIB. Lapak tersebut milik Salmawati dan Azizah.

Saksi melihat dua orang yang mencurigakan menggunakan sepeda motor di lokasi tersebut ketika lapak terbakar. Namun, tiba-tiba dua pemuda tersebut mengeluarkan parang. Saksi juga melihat satu unit mobil warna hitam dengan nomor polisi yang ditutup menggunakan karton juga berada di lokasi lapak lainnya di Waduk Pusong.

Polres Lhokseumawe akan melakukan penyelidikan terkait dugaan bom molotov. Petugas akan melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi yang melihat langsung saat kebakaran. Saat ini, pihak kepolisian belum bisa memastikan untuk dugaan bom molotov. Di lokasi kejadian sudah diberikan garis polisi dan sejumlah sisa-sisa kebakaran yang ditemukan di lokasi kebakaran juga telah diamankan.

Sejauh ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Labfor Polda Sumut pada Kamis (2/3/2023) besok. Namun, Kasat Reskrim AKP Zeska Julian Taruna Wijaya mengatakan bahwa pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan dari tim tersebut.

Kasus pembakaran dua lapak pedagang di Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe dengan dugaan penggunaan bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK) masih dalam penyelidikan oleh tim penyidik dan Inafis Polres Lhokseumawe.

Saat ini, barang bukti berupa pecahan kaca botol sirup yang diduga digunakan sebagai bom molotov telah diamankan. Selain itu, ada juga serpihan kaca botol dan minyak yang diduga bom molotov yang ditemukan di beberapa lokasi kejadian.

Kapolsek Banda Sakti, Iptu Faisal membenarkan kejadian pembakaran dua unit lapak pedagang di Waduk Pusong. Menurut keterangan dari saksi, lapak tersebut sudah terbakar pada Jumat (24/2/2023) sekitar pukul 05.20 WIB. Saat kejadian, terlihat dua orang yang mencurigakan menggunakan sepeda motor di lokasi tersebut.

Namun ketika saksi mencoba mendekati dua orang tersebut, tiba-tiba dua pemuda tersebut mengeluarkan parang. Selain itu, saksi juga melihat satu unit mobil warna hitam dengan nomor polisi yang ditutup menggunakan karton juga berada di lokasi lapak lainnya di Waduk Pusong. Ada empat orang yang keluar dari mobil tersebut sambil melempari sesuatu ke arah lapak, namun tidak mengenai sasaran.

Polres Lhokseumawe akan terus melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi yang melihat langsung saat kebakaran terjadi. Motif dari kasus tersebut juga masih belum diketahui.

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya