![]() |
Surat pemanggilan dari Inspektorat Aceh. (Foto: Dok.) |
Dalam poin kedua surat tersebut, disebutkan bahwa terdapat 31 anggota kelompok kerja dan tujuh Komisioner KKR Aceh, yang diidentifikasikan sebagai pelaksana perjalanan dinas yang masuk dalam ruang lingkup audit investigatif. Surat tersebut meminta klarifikasi dari yang bersangkutan terkait substansi penting sebagai salah satu bukti dalam proses pengambilan kesimpulan audit.
Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditiya Pratama menyatakan bahwa saat ini kasus tersebut ditangani oleh Inspektorat Aceh guna menentukan adanya temuan kerugian negara. Fadhillah mengatakan bahwa mereka bekerja sama sebagai lintas koordinasi, dan Inspektorat sedang melakukan audit untuk menemukan apakah ada temuan kerugian negara atau tidak.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Aceh, Jamaluddin, membenarkan bahwa mereka sedang melakukan audit kerugian negara terhadap kasus tersebut atas permintaan dari Polresta Banda Aceh.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan dan audit yang dilakukan oleh Inspektorat Aceh terkait kasus dugaan korupsi perjalanan dinas di KKR Aceh.[]