24 C
id

Ketegangan Meningkat di Yerusalem Timur, Jema'ah Masjid Al-Aqsa Diikat Kaki dan Tangannya oleh Polisi Israel

Ketegangan Meningkat di Yerusalem Timur, Jema'ah Masjid Al-Aqsa Diikat Kaki dan Tangannya oleh Polisi Israel
Beberapa jemaah diikat kaki dan tangannya dengan posisi tengkurap di dalam Masjid Al-Aqsa (Foto:Twitter @cjwerleman)
YERUSALEM - Pada Rabu (5/3/2023) malam waktu setempat, polisi Israel menyerang Masjid Al-Aqsa dengan serbuan dua kali berturut-turut dalam sehari. Serangan terjadi saat momen bulan suci Ramadhan dan menjelang hari raya Paskah Yahudi. Reuters melaporkan bahwa bentrokan pecah setelah polisi Israel menangkap lebih dari 350 orang di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa.

Seorang jurnalis dan kolumnis Byline Times, CJ Werleman, mengunggah foto yang menunjukkan beberapa jemaah diikat kaki dan tangannya dengan posisi tengkurap di dalam Masjid Al-Aqsa. Seorang staf Waqf, organisasi Islam yang mengelola Masjid Al-Aqsa, mengatakan bahwa polisi Israel menggunakan granat kejut dan menembakkan peluru karet.

Polisi Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sebelum shalat selesai dan mencoba menangkap beberapa jemaah. Mereka bertemu perlawanan dari jemaah yang melemparkan benda-benda ke arah polisi. Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, enam orang terluka dalam serangan tersebut.

Sebelum serangan pada Rabu malam, polisi Israel juga menyerang kompleks Masjid Al-Aqsa pada Rabu pagi sebelum subuh, yang menyebabkan 12 warga Palestina terluka. Dua petugas polisi Israel juga terluka dalam serangan tersebut.

Juru Bicara Keamanan Nasional AS John Kirby menyatakan keprihatinan tentang kekerasan di Masjid Al-Aqsa dan mengatakan bahwa penting bagi Israel dan Palestina untuk meredakan ketegangan. Namun, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan dukungan penuh untuk polisi dan tindakan mereka.

Sementara itu, kelompok penguasa Gaza, Hamas, menyerukan warga Palestina di Tepi Barat untuk mempertahankan Masjid Al-Aqsa.

Ketegangan semakin meningkat di sekitar Masjid Al-Aqsa dan di Yerusalem Timur yang diduduki. Pada Kamis (6/4/2023), seorang remaja Palestina berusia 14 tahun bernama Kader Gharb ditembak oleh pasukan Israel pada lengannya dan mengalami cedera serius. Liga Arab mengadakan pertemuan darurat terkait ketegangan dan penyerangan di Masjid Al-Aqsa dan menyalahkan pemerintah Israel atas kejadian tersebut.[]

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya