24 C
id

Penjabat Bupati Nagan Raya Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan: Hindari Karhutla dan Hukum Pidana

Karhutla
Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, bersama TNI/Polri ketika ikut apel gabungan penanganan kebencananaan di Alun-Alun Suka Makmue, 29 Mei 2023. (Foto: Diskominfotik Nagan Raya)
NAGAN RAYA - Penjabat Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas AP SSos MSi, dengan tegas mengingatkan masyarakat di kabupaten tersebut untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar. Tindakan ini dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berakibat pada konsekuensi hukum pidana.

Pada siaran pers yang disampaikan pada Jumat (16/6/2023), Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, mengajak masyarakat di wilayah tersebut untuk terus menjaga kelestarian hutan dan lahan agar habitat dan ekosistem alam tetap terjaga dengan baik.

"Ketika kita menjaga alam, alam pun akan terus memberikan kebaikan kepada kita. Mari kita hindari tindakan yang melanggar hukum, seperti membakar hutan dan lahan," tegas Pj Bupati Fitriany.

Kabupaten Nagan Raya dan sekitarnya telah menghadapi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama di lahan gambut.

"Ada beberapa titik api yang terdeteksi di dalam lahan. Tim gabungan sedang berusaha melakukan pemadaman dan situasinya telah mulai terkendali. Kita berharap semuanya dapat segera dipadamkan," harapnya.

Selain itu, Pj Bupati juga mengajak masyarakat untuk ikut membantu tim dan petugas yang sedang berusaha memadamkan lahan yang terbakar, sehingga kebakaran di Nagan Raya dapat segera dipadamkan.

"Kita juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dengan petugas dalam upaya pemadaman, dan tentunya menjaga agar lahan tidak terbakar dan tidak melakukan pembakaran lahan," ajak Fitriany.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Nagan Raya, Kodim Nagan Raya, BPBD Nagan Raya, Dinsos Nagan Raya, Tagana, serta instansi terkait dan bantuan dari masyarakat telah berusaha keras melakukan pemadaman.

"Dalam nama Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, saya ingin mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan tim gabungan yang sangat tangguh dalam upaya memadamkan api. Semangat!" ucap Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, terkait upaya pencegahan dan ajakan untuk tidak membakar hutan dan lahan.

Kasus Karhutla di Nagan Raya Sudah Berlangsung 4 Hari, 8 Hektar Teratasi, 3 Hektar Sulit Diakses

Sebelumnya dilaporkan oleh Serambinews.com, kebakaran lahan yang terjadi sejak Selasa (13/6/2023) hingga Jumat (16/6/2023) masih belum sepenuhnya dapat dipadamkan.

Dari total 11 hektar lahan yang terbakar, tim gabungan dari BPBD Nagan Raya bersama TNI dan Polri telah berhasil memadamkan lahan seluas 8 hektar.

Namun, masih tersisa 3 hektar lahan yang terus berupaya dipadamkan di Desa Sumber Bekti, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya.

Lahan yang terbakar merupakan areal kebun sawit HGU PT Gelora Sawita Makmur (GSM) yang telah ditinggalkan dan tidak lagi beroperasi di Nagan Raya.

Kalak BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinadi, yang dihubungi oleh Serambinews.com pada Jumat (16/6/2023), menyatakan bahwa tim gabungan telah berhasil memadamkan lahan seluas 8 hektar.

"Kami masih berusaha memadamkan sisa 3 hektar yang masih terbakar. Saat ini total luas yang terbakar mencapai 11 hektar," ungkap Irfanda.

Dijelaskan bahwa tim gabungan BPBD Nagan Raya bersama TNI, Polri, dan Dinsos telah mendirikan posko tidak jauh dari lokasi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla tersebut. Langkah ini diambil untuk memudahkan upaya pemadaman karena lokasi tersebut hanya dapat dijangkau melalui jalan setapak yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan pemadam.

Pemadaman Karhutla pada Jumat (16/6/2023) adalah hari keempat dilakukan. Tim gabungan hanya dapat membawa enam pompa air ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api.

Kendati sulit diakses, baik karena kondisi akses yang sulit maupun minimnya sumber air karena musim kemarau dan cuaca panas, tim berharap agar hujan segera turun sehingga kebakaran dapat segera padam secara keseluruhan, ungkap Irfanda.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya