24 C
id

Mengenang Pejuang Ishak Daud: Ziarah Penuh Makna Wali Nanggroe Aceh ke Makam Ishak Daud di Gampong Blang Geuleumpang

Ziarah Wali Nanggroe Aceh, Ishak Daud, Pejuang GAM, Aceh Timur, Syahid, Perjuangan
Wali Nanggroe Ziarahi Makam Ishak Daud (Serambinews.com)
Achehnetwork.com, Aceh Timur  – Dalam momen kunjungan kerja ke Aceh Timur, Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haythar, memutuskan untuk berziarah ke Makam Ishak Daud di Gampong Blang Geuleumpang, Kecamatan Idi Rayeuk. Ishak Daud, sosok pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM), wafat sebagai syahid pada 8 September 2004.


Terkait ziarah ini, M Nasir Syamaun MPA, Kabag Humas dan Kerja Sama Wali Nanggroe, menyebut bahwa Wali Nanggroe ditemani oleh tokoh-tokoh GAM dan para tokoh masyarakat Aceh Timur.

Doa bersama dipimpin oleh Tgk Imum Gampong Blang Geuleumpang.

"Ishak Daud memiliki tempat penting dalam barisan pejuang GAM. Ia adalah salah satu prajurit GAM yang memancarkan kecerdasan tinggi, postur yang gagah, keberanian, dan penuh inisiatif," kenang Wali Nanggroe setelah ziarah.

Bagi Wali Nanggroe, sosok Ishak Daud memiliki makna mendalam dalam sejarah perjuangan GAM. 

Salah satu momen berkesan adalah perbincangan terakhir mereka, hanya dua hari sebelum Ishak Daud wafat sebagai syahid.

Pada saat itu, Wali Nanggroe berada di Swedia dan tengah menuju kantor pengacara untuk membahas upaya pembebasan Ishak Daud yang saat itu disandera.

"Ketika saya berada di kereta api, saya berjanji akan menelepon kembali," ungkap Wali Nanggroe.

Setelah bertemu dengan pengacara, Wali Nanggroe menghubungi Ishak Daud untuk memberikan laporan dan arahan.

"Saya menyarankan agar Ishak keluar dari daerah tersebut untuk sementara. Karena musuh telah mengetahui lokasinya," papar Wali Nanggroe.

Namun, Ishak Daud mungkin tidak sempat keluar atau mungkin memilih bertahan dekat dengan pasukannya.

Akhirnya, terjadi pertempuran sengit dan Ishak Daud pun gugur sebagai syahid.

Sejak awal, Wali Nanggroe memiliki ikatan erat dengan Ishak Daud, mulai dari rekruitmen di Malaysia hingga pelatihan di Libya.

Wali Nanggroe mengakui bahwa Ishak Daud adalah sosok yang sangat disiplin dan dinamis.

"Saat operasi di Aceh, ia juga adalah salah satu prajurit terbaik dan pemimpin. Banyak operasi besar yang dipimpin oleh Ishak Daud," kenang Wali Nanggroe.

Ishak Daud tetap dikenang sebagai pejuang hebat, cerdas, dan militan.

Oleh karena itu, setiap kesempatan berkunjung ke Aceh Timur, Wali Nanggroe selalu meluangkan waktu untuk berziarah di makam beliau.

Melalui tindakan ini, ia tidak hanya menghormati seorang pahlawan, tetapi juga menghidupkan kembali semangat perjuangan yang tetap menginspirasi.(*)

Sumber: Serambinews.com

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di GOOGLE NEWS

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya