24 C
id

Teknologi Canggih di Balik Ruang Tahanan Militer Mapomdam Jaya

Ruang tahanan militer, Penjara militer Mapomdam Jaya
Ruang Tahanan Militer (Foto: Garuda Militer)
News, Acheh Network - Ruang tahanan atau penjara militer di Markas Polisi Militer Kodam Jayakarta (Mapomdam Jaya), Jakarta Selatan, telah mengadopsi teknologi canggih berbasis Information Communication Technology (ICT) yang sangat mengesankan.


Instalasi rumah tahanan militer ini telah diintegrasikan dengan sempurna dan diprogram dengan baik, termasuk dalam hal penguncian pintu dan pengaturan penerangan di setiap sel tahanan.


"Semuanya sudah diintegrasikan secara sempurna. Keamanan adalah prioritas utama, dan semuanya sangat terkendali karena sudah diprogram. Kini,

penguncian pintu dan penyalahgunaan lampu sudah tidak lagi dilakukan secara manual, semuanya berjalan otomatis," kata Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Darat, saat meresmikan instalasi tahanan militer ini pada tanggal 20 April 2021.


Fasilitas ini juga telah dilengkapi dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk memantau gerak-gerik para tahanan, menciptakan suasana yang lebih nyaman dan manusiawi.

Bahkan, praktik persekusi dan kekerasan dapat diminimalkan dengan adanya teknologi ini.


"Dengan adanya kecerdasan buatan, sudah tidak mungkin lagi ada tindakan intimidasi di dalam penjara ini, karena semua gerakan tahanan dianalisis secara otomatis," ujar mantan Pangkostrad ini.


Diketahui bahwa smart instalasi tahanan militer di Pomdam Jaya ini memiliki kapasitas untuk menampung hingga 83 orang tahanan dalam sebuah bangunan seluas 1.500 meter persegi.


TNI AD juga memiliki rencana untuk membangun satu fasilitas smart instalasi tahanan militer lagi pada tahun ini.

"Kami berupaya untuk menambah fasilitas ini tahun ini, dan pertimbangan kami adalah untuk menempatkannya di wilayah-wilayah dengan populasi Prajurit Angkatan Darat yang cukup padat.

Jadi, prioritas kami adalah di Jawa, setelah Jakarta, kami akan mempertimbangkan apakah di Jawa Timur atau Jawa Barat," ungkapnya.


Sementara itu, TNI AD telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk membangun fasilitas ini.

"Anggarannya sekitar Rp 100 miliar, yang disetujui tahun lalu pada tahun 2020.

Kami merasa beruntung karena meskipun menghadapi pemotongan anggaran akibat pandemi, kami masih bisa merealisasikan pembangunan instalasi tahanan militer ini," tambah Andika Perkasa.


Dengan demikian, kecanggihan teknologi ini membantu TNI AD meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam sistem tahanan militer mereka.(*)

Dapatkan update berita dan artikel menarik lainnya dari Acheh Network di Google News

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya