24 C
id

Telah Berusia 80 Tahun, Bandara di Aceh yang Satu Ini Dibangun Jepang Tahun 1943 dan Telah Berganti Nama, Ini Bandaranya..

Bandara Sultan Iskandar Muda, Sejarah Bandara Aceh
Ilustrasi Bandara Aceh (Airport Technology/Dima Moroz)

Acheh Network - Di tengah keindahan Provinsi Aceh terdapat sebuah bandara yang memiliki sejarah yang kaya dan pernah berganti nama menjadi nama seorang raja Aceh yang terkenal.

Bandara ini, yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II, telah melayani rute domestik dan internasional sejak tahun 1943.

Awalnya, bandara ini dikenal dengan nama Blang Bintang Airport sebelum kemudian berganti nama menjadi Bandara Sultan Iskandar Muda pada tahun 1995, sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan. 

Nama Sultan Iskandar Muda diambil dari seorang penguasa Aceh Darussalam yang memerintah pada usia yang sangat muda dan dianggap sebagai masa kegemilangan Aceh.

Selain perubahan nama, bandara ini telah mengalami transformasi signifikan dalam hal infrastruktur. Pada tahun 1999, panjang landasan pacunya diperpanjang menjadi 2.500 meter, memungkinkan pendaratan pesawat A330.

Lalu, pada tahun 2009, panjang landasan pacu ditingkatkan lagi menjadi 3.000 meter dengan lebar 45 meter.

Selain itu, bangunan terminal lama digantikan oleh bangunan baru yang modern.

Prestasi ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 20 Agustus 2009, menjadi tonggak penting dalam perkembangan bandara ini.

Letaknya yang strategis di wilayah Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Provinsi Aceh, membuat Bandara Sultan Iskandar Muda menjadi salah satu pintu gerbang utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan Aceh.

Jadi, Bandara Sultan Iskandar Muda bukan hanya sebuah bandara biasa, tetapi juga menjadi penanda sejarah Aceh yang kaya dan menghormati seorang raja legendaris.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya