24 C
id

Konflik Keprihatinan di Jangka, Bireuen: Warga Tolak Kedatangan Boat Rohingya

Pengungsi Rohingya
Boat Rohingya (Serambinews.com)

Bireuen, AchehNetwork.com - Sebuah insiden kontroversial terjadi di Jangka, Kabupaten Bireuen pada Kamis (16/11/2023) sekitar pukul 05.30 WIB, ketika ratusan warga menolak kedatangan satu boat besar yang diduga membawa warga etnis Rohingya.

Boat atau kapal besar tersebut diduga akan mendarat atau menurunkan warga etnis Rohingya di Kuala Pawon, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.


Informasi yang dilansir dari Serambinews.com menyebutkan bahwa boat tersebut berisi ratusan pengungsi Rohingya, yang dengan bahasa isyarat menyatakan bahwa mesin boat tersebut mati.


Hingga saat ini, boat penuh dengan pengungsi Rohingya terlihat berada di laut, sekitar 200 meter dari bibir pantai.


Di kawasan pantai, ratusan orang tua berkumpul untuk mencegah agar boat tersebut tidak mendarat.


Dalam pantauan Serambinews.com, boat yang panjangnya diperkirakan mencapai 50 meter lebih, penuh dengan pengungsi yang bertahan di laut lepas, digoyang ombak.


Mereka bertahan di kawasan pantai Desa Pante Sukon, Kecamatan Jangka.


Keuchik Kuala Pawon, Mukhtar, yang merupakan pemimpin gampong tetangga Pante Sukon, bersama warga sedang berupaya mencegah mendaratnya boat tersebut.

Mukhtar menyatakan bahwa boat diduga membawa pengungsi Rohingya terlihat sekitar pukul 04.50 WIB.


Setelah warga dari sejumlah desa mengetahui hal tersebut, mereka segera menuju pantai dan menolak agar boat tersebut mendarat.


"Ada ratusan warga yang datang dan menolak agar mereka tidak turun di kawasan desa kami," ungkap Mukhtar.


Di lokasi, terlihat Camat Jangka, Kapolsek, Danramil, dan berbagai unsur lainnya sedang memantau perkembangan situasi antara warga dan pengungsi.


Sebagaimana diketahui, manusia perahu etnis Rohingya sering kali terdampar atau disengaja diturunkan di Aceh.

Meskipun awalnya diterima dengan baik oleh warga Aceh, termasuk di Jangka, akhir-akhir ini, kehadiran mereka mulai menimbulkan kejenuhan di kalangan warga.

Setelah ditampung dengan baik, para pengungsi tersebut seringkali menimbulkan masalah, seperti kabur dari lokasi penampungan dan lain-lain.(*)


Sumber: Serambinews.com

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya