24 C
id

Keunikan Tradisi Idul Adha di Berbagai Negara: Dari Gunungan hingga Sapi di Atap Rumah

Keunikan Tradisi Idul Adha, idul adha setiap negara
Keunikan Tradisi Idul Adha/



AchehNetwork.com — Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menantikan perayaan Hari Raya Idul Adha. 

Tidak hanya sebagai perayaan besar dalam Islam, Idul Adha juga dikenal dengan berbagai tradisi unik yang berbeda di setiap negara. 

Berikut adalah beberapa tradisi menarik yang dilakukan di berbagai negara saat Idul Adha.



1. Indonesia: Grebeg Gunungan di Yogyakarta


Di Yogyakarta, ada tradisi unik yang dikenal sebagai Grebeg Gunungan. 

Dalam tradisi ini, hasil bumi diarak dari halaman Keraton menuju Masjid Gedhe Kauman. Setelah sampai di masjid, gunungan tersebut diperebutkan oleh warga sebagai simbol keberkahan.

 Tradisi ini menjadi salah satu atraksi budaya yang menarik perhatian banyak orang, baik lokal maupun wisatawan.


2. Pakistan: Sapi Bergelantungan di Atap Rumah


Di Pakistan, pemandangan unik terlihat menjelang Idul Adha, di mana sapi-sapi kurban bergelantungan di udara atau berada di atap rumah pemiliknya. 

Kepadatan penduduk dan kurangnya lahan pertanian menyebabkan pemilik hewan kurban menyimpan sapi di atap rumah mereka. 

Sapi-sapi tersebut diturunkan menggunakan katrol saat akan dijual atau disembelih. 

Selain itu, sapi-sapi dan unta yang dijual untuk kurban seringkali dihiasi dengan ornamen berwarna cerah untuk menarik perhatian pembeli.



3. India: Menghormati Sapi yang Dianggap Suci


Di India, perayaan Idul Adha sedikit berbeda karena sapi dianggap hewan suci oleh warga Hindu. 

Oleh sebab itu, umat Muslim di India tidak menyembelih sapi sebagai hewan kurban. Sebagai gantinya, mereka memilih untuk menyembelih domba, kambing, atau unta. 

Tradisi ini mencerminkan tingkat toleransi yang tinggi antara komunitas Muslim dan Hindu di India, menunjukkan bagaimana kedua komunitas dapat hidup berdampingan dengan harmonis.



4. China: Perayaan dengan Kue dan Bingkisan


Meskipun umat Muslim di China tergolong minoritas, tradisi Idul Adha tetap dirayakan dengan meriah. 

Mereka memiliki empat hari libur saat Idul Adha, yang dimanfaatkan untuk mudik dan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. 

Selain itu, umat Muslim di China juga menghidangkan kue dan bingkisan yang telah dipersiapkan seminggu sebelumnya, mirip dengan tradisi Lebaran Idul Fitri di Indonesia. 

Tradisi ini menambah semarak perayaan dan memperkuat ikatan keluarga.


Perayaan Idul Adha di berbagai negara menunjukkan keunikan dan keberagaman tradisi yang ada. 

Setiap negara memiliki cara tersendiri untuk merayakan hari besar ini, yang mencerminkan budaya dan kebiasaan lokal. 

Dari sapi yang bergelantungan di Pakistan hingga arak-arakan hasil bumi di Indonesia, semua tradisi tersebut menambah warna dan makna dalam perayaan Idul Adha. 

Yang paling penting, tradisi-tradisi ini menunjukkan bagaimana toleransi dan saling menghormati antara berbagai komunitas dapat terjaga dengan baik.***

ARTIKEL TERKAIT

Terupdate Lainnya